Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 13 Juni 2026

Petani di Simalungun Keluhkan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Linggom Parhusip - Kamis, 04 Juni 2026 19:35 WIB
393 view
Petani di Simalungun Keluhkan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi
Foto harianSIB.com/Linggom Parhusip
ANTRI: Sejumlah petani terpaksa mengantri untuk mendapatkan pupuk bersubsidi saat pupuk tiba di salah satu kios pendistribusian pupuk bersubdisi di Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, Kamis (4/6/2026).

Simalungun(harianSIB.com)

Sejumlah petani di Kabupaten Simalungun mengeluhkan kelangkaan pupuk bersubsidi jenis Urea dan Phonska. Pasalnya semenjak awal tahun 2026 jarang di temukan di sejumlah Kios Pendistribusian Pupuk Bersubsidi di Simalungun.

Hal tersebut disampaikan sejumlah petani di Kecamatan Jorlanghataran, Marga Silitonga didampingi warga lainnya Marga Marpaung, Butarbutar, Siregar ke jurnalis harian SIB.com di Jalan Parapat, Kabupaten Simalungun, Kamis (4/6/2026).

Silitonga menerangkan, semenjak beberapa bulan terakhir, pupuk bersubsidi jenis Urea dan Phonska langka di sejumlah kios pendistribusian pupuk bersubsidi hingga dikeluhkan para petani.

Lanjut Silitonga, sejumlah petani juga telah berupaya mencari pupuk bersubsidi tersebut di kecamatan lainnya namun pupuk tersebut juga tidak ditemukan.

Baca Juga:
"Kita bingung kenapa pupuk bersubsidi ini sesulit ini ditemukan di sejumlah kios, meskipun ada beberapa sak saja, para pemilik kios pupuk mematok hargan tinggi Rp 200.000-250.000 per sak", ujarnya.

Menurut Marpaung warga Nagori Bah Sampuran mengakui, beberapa minggu terakhir dirinya terpaksa harus membeli pupuk bersubsidi urea dan phonska dari salah satu kios di Kelurahan Tigabalata Rp 200.000 per saknya karena tanaman padinya sangat butuh pemupukan yang selayaknya harga pupuk tersebut Rp 90.000-95.000 per saknya.

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Petani di Simalungun Butuh Mesin Pertanian
Petani di Simalungun Waspadai Munculnya Kutu Kebul
Komisi B DPRDSU, Kalangan Produsen dan Distributor Bahas Kelangkaan Pupuk Bersubsidi
Petani Jagung di Tiga Binanga Keluhkan Kelangkaan Pupuk SP36
Kemarau Panjang, Tanaman Petani di Simalungun Kerdil
Kopi Ateng Menjadi Komoditas Utama Petani di Simalungun Atas
komentar
beritaTerbaru