Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 18 Juni 2026

Puskesmas Matiti Gelar Skrining Kesehatan Jiwa di UPT SDN 028 Hutabagasan

Sahat M. Sihite - Kamis, 18 Juni 2026 18:48 WIB
138 view
Puskesmas Matiti Gelar Skrining Kesehatan Jiwa di UPT SDN 028 Hutabagasan
Foto Dok/Puskesmas
PENILAIAN : Petugas Puskesmas Matiti melakukan penilaian klinis menggunakan Self Reporting Questionnaire (SQR-20) yang berisi 20 pertanyaan untuk mengidentifikasi gejala psikologis para tenaga pendidik, di UPT SDN 028 Hutabagasan, Kecamatan Doloksanggul,

Humbahas(harianSIB.com)

Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan peserta didik secara menyeluruh, Puskesmas Matiti melaksanakan kegiatan skrining dan evaluasi kesehatan jiwa bagi siswa di SDN 028 Hutabagasan, Kamis (18/6/2026).

Kepala Puskesmas Matiti, Hertati Nababan SKM MKM, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah strategis untuk mendeteksi secara dini sekaligus memantau kondisi kesehatan mental anak usia sekolah dasar.

Menurutnya, kesehatan jiwa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan secara utuh.

Berdasarkan berbagai data dan kajian, satu dari tiga anak dan remaja di Indonesia berisiko mengalami masalah kesehatan mental yang kerap tidak terdeteksi sejak dini sehingga berpotensi mengganggu proses tumbuh kembang maupun prestasi belajar.

Baca Juga:
"Melalui kegiatan ini, kami melakukan penilaian terhadap kondisi psikologis, pola perilaku, serta interaksi sosial anak-anak di lingkungan sekolah," ujar Hertati.

Dalam pelaksanaannya, tim tenaga kesehatan menerapkan metode yang ramah anak dan tidak menimbulkan ketegangan.

Kegiatan meliputi pengamatan perilaku sehari-hari, wawancara terbimbing, serta pengisian instrumen skrining yang telah disesuaikan dengan usia peserta didik.

Apabila ditemukan indikasi awal adanya gangguan atau tekanan psikologis, peserta didik akan mendapatkan pendampingan awal, konseling lanjutan, hingga rujukan ke layanan kesehatan yang lebih spesifik sesuai kebutuhan.

Hertati menegaskan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menangani masalah yang sudah muncul, tetapi juga mengedepankan aspek pencegahan dan promosi kesehatan mental.

"Deteksi dini adalah kunci utama. Semakin cepat kita mengenali perubahan kondisi psikologis anak, semakin mudah memberikan dukungan yang tepat agar mereka tetap nyaman dalam belajar dan berinteraksi. Kami ingin membangun kesadaran bahwa sehat bukan hanya fisik yang bugar, tetapi juga pikiran yang tenang dan jiwa yang sejahtera," katanya.

Ia berharap kegiatan skrining kesehatan jiwa ini dapat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang sehat, aman, dan nyaman sehingga mampu menunjang tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

"Sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang yang harus mampu menjaga keseimbangan emosional dan mental anak," tambahnya.

Pada kesempatan itu, Puskesmas Matiti juga menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah, para guru, serta seluruh peserta didik yang telah berpartisipasi aktif dan mendukung pelaksanaan kegiatan hingga berjalan lancar dan tertib.

"Anak sehat bukan hanya sehat fisik, tetapi juga sehat jiwa untuk masa depan yang lebih baik. Semoga langkah kecil ini menjadi dasar yang kuat bagi generasi muda untuk tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan berkualitas," tutup Hertati. (**)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru
Prabowo Batalkan Kunjungan ke Rusia

Prabowo Batalkan Kunjungan ke Rusia

Jakarta(harianSIB.com)Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan Presiden Prabowo Subianto batal menghadiri KTT ASEANRu