Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 09 Juni 2026

Disdik Tebingtinggi Gelar Operasi “Kasih Sayang” 12 Terjaring Pelajar Bolos Terjaring

- Selasa, 27 Januari 2015 11:39 WIB
434 view
Disdik Tebingtinggi Gelar  Operasi “Kasih Sayang”  12 Terjaring Pelajar Bolos Terjaring
SIB/Humala Siagian
TERJARING : 12 pelajar terjaring tim operasi kasih sayang Disdik Tebingtinggi diangkut ke Dinas Pendidikan untuk diproses dan didata, Senin (26/1)
Tebingtinggi (SIB)- Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi  melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menggelar operasi “Kasih Sayang” untuk kalangan pelajar di Tebingtinggi  Senin (26/1). Tim razia bentukan Disdik “menjaring” 12 pelajar  dari berbagai lokasi.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tebingtinggi  Drs H Pardamean Siregar MAP kepada SIB, Senin (26/1).

"Ada 12 pelajar yang terjaring saat  nongkrong pada  jam belajar di warnet, biliar, angkot dan kuburan," Jelas Pardamean.

Menurut Pardamean, siswa yang terjaring seluruhnya dibawa  ke Kantor Dinas Pendidikan untuk dilakukan pendataan, kemudian diserahkan kepada kepala sekolah masing-masing untuk dikembalikan kepada orang tua. Sebelum ke orang tua akan menjalani bimbingan dari sekolah, serta diwajibkan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan.

Selain itu, Pardamean juga menyampaikan pihaknya telah menyampaikan kepada  pengawas sekolah agar sewaktu-waktu menggelar razia pengguna HP berkamera.

“Pengawas telah kita perintahkan sewaktu-waktu melakukan razia terhadap tas anak-anak untuk memastikan apakah  isinya hannya alat-alat yang dibutuhkan untuk pelajaran. Jangan sampai    ada pelajar yang ditemukan membawa narkoba atau gambar porno ke sekolah, itu harus kita antisipasi dari sedini mungkin,” tegas Pardamean

Ditambahkannya, terkait dengan larangan membawa HP berkamera  ke sekolah sudah diatur  dalam Peraturan Walikota (Perwa) Tebingtinggi No. 4/2014.

Disampaikan Pardamean, operasi kasih sayang tidak hanya dilakukan di siang hari, tetapi juga  pada malam hari  bekerjasama dengan Satpol PP.

“Razia pelajar pada jam Wajib Belajar Malam untuk mengarahkan anak-anak agar rajin belajar di rumah dan mengantisipasi kenakalan remaja, seperti bahaya narkoba dan hubungan seks dini. Supaya aktivitas negatif itu tidak berkembang, anak-anak tentu  harus berada di rumah di bawah pengawasan orangtua dan tidak keluyuran hingga tengah malam,”  ujar Pardamean. (C16/i)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru