Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 09 Juni 2026

Dinkes Labusel Dinilai Lamban Tangani DBD

- Selasa, 27 Januari 2015 11:57 WIB
523 view
Dinkes Labusel Dinilai Lamban Tangani  DBD
Kotapinang SIB- DBD di sejumlah wilayah diĀ  Kotapinang, yang mengambil korban jiwa seorang siswa SD Alya Aulia Wulandari (7) warga Dusun Blok Songo Kota Pinang Labusel, mengundang kritikan tajam dari Komunitas Pendukung Transparansi Anggaran Untuk Percepatan Pembangunan Labusel. Mereka menilai Dinas Kesehatan lamban dalam penanganan DBD.

"Seharusnya Dinas Kesehatan bertindak cepat melakukan fogging atau upaya lainnya," kata Ketua Komunitas Pendukung Transparansi Anggaran Untuk Percepatan Pembangunan Labusel Aswan Effendi Dalimunthe kepada SIB, Senin (26/1) menyikapi pemberitaan SIB sebelumnya dengan judul Dinas Kesehatan Labusel tak Respon permintaan Fogging, bocah SD tewas terserang DBD di Kotapinang.

Dikatakannya, seharusnya dinas kesehatan segera melakukan fogging sejak adanya kejadian pertama warga yang terserang DBD. Hal itu, untuk menanggulangi menyebarnya DBD melalui nyamuk aedes aegypti (nyamuk pembawa virus dengue).

"Padahal anggaran fogging dialokasikan setiap tahun melalui APBD. Kenapa tidak segera direalisasikan," katanya.

Dia juga menilai prosedur untuk dapat dilakukan upaya fogging sangat rumit. Selain harus ada kasus DBD tambah dia, warga juga mesti membuat permohonan diketahui kepala desa dan Puskesmas setempat kepada dinas kesehatan.

"Harusnya fogging dilakukan secara berkala khususnya di musim penghujan seperti saat ini. Jangan harus ada kasus dulu, lalu warga buat permintaan baru dilakukan fogging," katanya.

Menanggapi hal itu Kepala Dinkes Pemkab Labusel Tinur Bulan SKM mengatakan, pihaknya selalu sigap melakukan fogging ketika terjadi kasus DBD dan ketika ada permintaan dari masyarakat. Seperti kejadian di Dusun Blok IX, Desa Sisumut, pihaknya telah melakukan fogging.

"Setiap ada kasus DBD langsung kita lakukan fogging di perkampungan tersebut. Tadi pagi di Dusun Blok IX tempat terjadinya kejadian, sore ini di Pekan Sisumut," katanya.

Menurutnya, kendala yang dihadapi selama ini warga jarang berobat ke Puskesmas, padahal penjaringan informasi DBD dimulai dari Puskesmas setempat. Sementara kata dia, permintaan fogging tidak dapat dilakukan serta merta.

"Fogging itu bukan langkah satu-satunya, tapi upaya akhir. Selama ini warga tidak mau berobat ke Puskesmas, sehingga sulit pendataannya. Seperti yang terjadi saat ini yang menimbulkan korban jiwa" katanya.

Namun demikian, kata dia, hal ini menjadi PR dinas Kesehatan Kab Labusel. Pada 2015 ini pihaknya berencana mensiagakan alat Fogging dan petugas Fogging, serta obat-obatan untuk fogging di masing-masing kecamatan. Sehingga pencegahan penyebaran nyamuk demam berdarah dapat lebih cepat dilakukan. (D16/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru