Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 09 Juli 2026

1000 Tandatangan Dukungan Usut Tuntas Kasus Boy Simamora

Rosianna Anugerah Hutabarat - Rabu, 08 Juli 2026 20:44 WIB
933 view
1000 Tandatangan Dukungan Usut Tuntas Kasus Boy Simamora
Foto: harianSIB.com/Rosianna Anugerah Hutabarat
Warga memberikan dukungan ke Polres Tapteng mengusut tuntas kasus Boy Simamora, di Alun-alun Pandan, Kabupaten Tapteng, Rabu (8/7/2026).

Tapteng(harianSIB.com)

Gerakan dukungan masyarakat untuk mengungkap kebenaran di balik kematian Boy Simamora (21) terus memuncak.

Usai melakukan gerakan 1000 tanda tangan di Kecamatan Sirandorung, kini keluarga Boy Simamora bergerak meminta dukungan dari warga Pandan, yang dilaksanakan di Alun-alun Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Rabu (8/7/2026).

Aksi spontan yang dilakukan pihak keluarga didampingi Forum Masyarakat Adil untuk Semua (FORMAS) digagas mendesak pihak kepolisian mengusut kasus ini secara profesional, transparan dan sampai tuntas soal dugaan penyebab kematian pemuda yang ditemukan tewas di sungai Saga Matua, Desa Sampang Maruhur itu.

Saudara Lamsehat Simamora (46), mengungkapkan, langkah ini diambil karena keluarga masih mencurigai penyebab kematian anaknya Boy Simamora diduga bukanlah diserang buaya seperti yang disebutkan.

Baca Juga:
"Ada kejanggalan terhadap anak kami ini, dibilang dimakan buaya ternyata bekas gigitan buaya gak ada. Mulai dari ujung kepala sampai kaki gak ada. Itu lagi lubang yang di lehernya," katanya saat diwawancarai, Rabu siang.

Lamsehat menambahkan, ketidakcocokan antara informasi awal dengan kondisi fisik jenazah menjadi alasan utama keluarga tidak ingin berhenti menuntut kejelasan.

Pihaknya meminta penyidik Polres Tapteng tidak terpaku pada satu kesimpulan semata, melainkan menelusuri semua kemungkinan termasuk keberadaan unsur tindak pidana.

"Biar kami tahu apa hasilnya, apa memang dimakan buaya atau pembunuhan," lanjut ayah korban.

Lamsehat bersama kerabat lainnya melanjutkan perjalanan ke Mapolres Tapanuli Tengah menyerahkan beberapa helai kain yang berisikan tanda tangan sebagai bentuk dukungan kepada Kapolres Tapteng dalam mengusut kasus ini.

Berkas dukungan tersebut diserahkan Ketua FORMAS, Edianto Simatupang, dan diterima Kasat Reskrim Polres Tapteng IPTU Dian Agustian Perdana, di Ruang Sat Reskrim.

Edianto Simatupang menyampaikan, langkah ini merupakan luapan empati sekaligus bukti kepedulian masyarakat yang ingin memberikan dukungan moral kepada keluarga sekaligus mendorong kepastian hukum.

"Kalaupun dimakan buaya disampaikan dengan baik, sehingga kita aman nyaman. Karena bisa saya bayangkan jika setiap saat ada pencurian di sana lalu dibunuh, bisa bisa nanti ada dendam, konflik," katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim IPTU Dian Agustian mengungkapkan, proses penyelidikan kasus Boy Simamora masih terus berjalan.

"Hari Kamis lalu kami sudah terima hasil rekonstruksi dan hari Kamis inilah kami undang pihak keluarga menghadiri pelaksanaan gelar perkara," ujarnya.

Penyidik masih membutuhkan pendapat tenaga ahli untuk membedah fakta lebih mendalam.

Khusus hasil autopsi, Dian menjelaskan hal itu sepenuhnya menjadi kewenangan tim dokter forensik RSUD Pandan yang sedang menyusun laporan lengkapnya.

"Nanti mereka yang akan menjelaskan," pungkasnya. (**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Terkait Harga Tiket Masuk PRSU 2026, Panitia Sebut Bentuk Dukungan Masyarakat untuk Kreativitas dan Pelestarian Budaya
Fraksi NasDem DPRD Medan Minta Wali Kota Segera Definitifkan Jabatan Plt Sekwan
61 Calon Penumpang Kabur dari Bandara Dhaka Usai Pemeriksaan Visa Diperketat
Eslo Simanjuntak Anak Mantan Dandim Siantar Divonis Bebas di Kasus Korupsi PTPN IV
Polres Pematangsiantar Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan Vita Dulcedo
BINUS Medan Buka Beasiswa 100 Persen untuk Calon Mahasiswa, Dorong Talenta Muda Digitalpreneur
komentar
beritaTerbaru