Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 09 Juni 2026
Terkait Pengaduan Para Guru SDN 107393 ke Disdikpora Deli Serdang

Kepala Sekolah Bantah Semua Tudingan Guru, Nilai Dirinya Difitnah

- Kamis, 29 Januari 2015 11:12 WIB
797 view
Kepala Sekolah Bantah Semua Tudingan Guru, Nilai Dirinya Difitnah
SIB/Desra Gurusinga/ r
Kepala Sekolah : Kepala SDN 107393, Elisabeth Br Ginting saat ditemui SIB di ruang kerjanya, Selasa (27/1).
Deli Serdang (SIB)- Terkait pengaduan para guru SDN 107393 Diski Kecamatan Sunggal, kepala sekolah Elisabeth Ginting SPd membantah isi pengaduan mereka dan menyatakan semua itu hanya fitnah orang yang tidak suka kepadanya.

Kepada SIB, Selasa (27/1) di ruang kerjanya, Elisabeth menyatakan dirinya sudah berbuat  maksimal terhadap sekolah yang dulunya peringkat C kini menjadi A. “Dulu, semua orang memandang SDN 107393 bagaikan kandang ayam, karena memang seperti itu keadaannya,” ujar Br Ginting lagi.

Setelah dirinya menjadi kepala sekolah, satu persatu perlengkapan sekolah dibenahinya dan hasilnya kini sekolah menjadi lebih asri, dan naik peringkat menjadi A. Bahkan, kini SDN 107393 menjadi nominator peraih Adiwiyata. Namun begitupun, masih ada guru yang tidak senang dengan yang diperbuatnya.

Semua itu dilakukannya hanya untuk meningkatkan mutu dan keindahan sekolah ini serta menjadikan murid menjadi pintar dengan disiplin yang kini diterapkannya. Dalam pengaduan guru-guru itu, ada beberapa statemen yang dirasanya tidak benar dan dikarang-karang saja.

Berkaitan dengan murid yang kerap disuruh mengangkat tanah timbun dan Guru Agama Kristen yang melalaikan tugasnya karena disuruh mengangkat tanah, Elisabeth menegaskan tidak benar karena rehab kantor dan rumah kepala sekolah diborongkan kepada seseorang bernama Anto. Kalau murid disuruh saat jam olahraga untuk menanam bunga, disebutkan Elisabeth, ”Saya rasa tidak salah, karena murid juga perlu dididik untuk menanam bunga guna keindahan sekolah.”
Elisabeth menyatakan tidak pernah memanfaatkan lahan sekolah untuk menanam bunga dan menjadi ajang bisnis. “Dapat dilihat, sekolah kini menjadi asri karena banyak bunga ditanami,” ujarnya seraya menyatakan tidak pernah dijual, malah kini bertambah banyak.

Terkait tudingan sering berkata kasar, kepala sekolah menegaskan, tidak pernah berkata kasar kepada para guru, walaupun terlambat datang. Namun sekali memang pernah marah kepada salah seorang guru saat di lapangan karena berkata keras kepadanya. Karena merasa harga dirinya sebagai kepala sekolah direndahkan, Elisabeth mengaku marah pada saat itu kepada guru yang bersangkutan, dan hanya itu saja.

Terkait pengutipan kepada guru sertifikasi, Elisabeth merasa heran. Karena saat itu ada kesepakatan mereka membeli baju untuk semua guru. Para guru yang mendapat sertifikasi sebagai penyandang dana untuk guru yang belum sertifikasi dan guru honor. Malah mereka belanja ramai-ramai ke pasar, ujarnya. Herannya, kini tiba-tiba para guru itu mengatakan dirinya melakukan kutipan, padahal itu kesepakatan bersama.

Dirinya juga mengaku tidak pernah mengancam guru untuk dimutasi, dan bisa dilihat seluruh berkas guru tidak pernah dipersulit dan ditandatanganinya. Tentang kutipan terhadap siswa baru, kepala sekolah balik menantang. “Tunjukkan siapa yang bayar dan yang mengutip biar kami proses.”

Kepada SIB, Elisabeth menyebutkan, dirinya merasa sedih diperlakukan seperti itu. Niat baiknya, justru ditanggapi negatif oleh para guru. Dia juga berencana untuk mengadakan pertemuan dengan semua guru untuk menyelesaikan permasalahan ini. Harapannya, tidak ada lagi perseteruan yang nantinya bisa menganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah. (A26/ r)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru