Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 29 Agustus 2026

Terungkap, Begini Pemanfaatan Dana Rp250 Juta dari Menko Polkam untuk 16 Desa di Adiankoting

Bongsu Batara Sitompul - Kamis, 27 Agustus 2026 21:22 WIB
460 view
Terungkap, Begini Pemanfaatan Dana Rp250 Juta dari Menko Polkam untuk 16 Desa di Adiankoting
Foto Dok Jonas
MENYERAHKAN BANTUAN : Menko Polkam Djamari Chaniago saat memberikan bantuan spontanitas sebagai pengganti oleh-oleh kepada Kades se Kecamatan Adiankoting yang diterima langsung oleh Kades Dolok Nauli Jonas Aritonang pada 4 Desember 2025 yang lalu.

Tapanuli Utara(harianSIB.com)

Kunjungan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago ke HKBP Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara, pada 4 Desember 2025 lalu, meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat yang tengah dilanda bencana banjir dan longsor.

Di tengah suasana duka akibat bencana, kehadiran Djamari Chaniago disebut mampu menghibur masyarakat terdampak.

Dalam kunjungan tersebut, Menko Polkam menyerahkan bantuan sosial berupa sembako dan uang dalam amplop yang diberikan langsung kepada masyarakat.

Selain bantuan untuk warga terdampak, Menko Polkam juga memberikan bantuan spontanitas sebesar Rp250 juta yang disebut sebagai pengganti oleh-oleh untuk 16 kepala desa (kades) se-Kecamatan Adiankoting.

Baca Juga:
Bantuan tersebut saat itu diterima langsung Kepala Desa Dolok Nauli, Jonas Aritonang. Di lokasi turut hadir Kepala Desa Banuaji I Ruhut Sipahutar, Kepala Desa Banuaji IV Alex Tobing dan Kepala Desa Banuaji II Nenny Simanjuntak yang disebut mewakili kepala desa lainnya.

Kepala Desa Dolok Nauli Jonas Aritonang kepada Jurnalis SIB News Network, Kamis (27/8/2026), menegaskan bahwa uang Rp250 juta tersebut bukan merupakan bantuan yang dibagikan kepada masyarakat.

"Saat itu, saya yang menerima bantuan spontanitas pengganti operasional kepada kepala desa. Dana tersebut diperuntukkan untuk membantu dana operasional desa," jelas Jonas.

Ia mengatakan, bantuan untuk masyarakat sudah disalurkan secara langsung oleh Menko Polkam dalam bentuk sembako dan uang tunai yang dimasukkan ke dalam amplop.

"Sedangkan untuk bantuan masyarakat, Menko Polkam sudah memberikan sembako dan amplop yang dibagikan langsung Pak Menko kepada masyarakat," ungkapnya.

Setelah menerima uang tersebut, Jonas mengaku langsung berkoordinasi dengan Sekretaris Camat (Sekcam) Adiankoting saat itu, Lammiduk Sinaga, yang kini telah dilantik menjadi Camat Adiankoting.

Menurut Jonas, Lammiduk kemudian mengarahkannya untuk bertemu langsung dengan Bupati Tapanuli Utara guna meminta arahan mengenai pemanfaatan dana tersebut.

"Pak Lammiduk langsung mengarahkan saya untuk menjumpai langsung Pak Bupati dan meminta arahan dari Pak Bupati. Pak Bupati pada saat itu menyuruh saya agar menyerahkan uang tersebut kepada Pak Sekcam Lammiduk sambil menunggu koordinasi lebih lanjut," ujarnya.

Sekitar satu minggu kemudian, Lammiduk Sinaga melakukan koordinasi dengan Bupati Tapanuli Utara terkait pemanfaatan dana tersebut.

Hasil koordinasi itu, kata Jonas, 16 desa se-Kecamatan Adiankoting kemudian mendapat bagian masing-masing Rp5 juta.

Sementara itu, lima desa yang terdampak langsung bencana memperoleh tambahan masing-masing Rp8 juta.

Kelima desa tersebut yakni Desa Dolok Nauli, Desa Adiankoting, Desa Pagaran Pisang, Desa Sibalanga dan Desa Pagaran Lambung I.

"Penggunaan dana tersebut kemudian dikaitkan dengan kebutuhan operasional desa dan kecamatan dalam menghadapi kondisi pascabencana," katanya.

Jonas menjelaskan, ketika bencana terjadi, anggaran masing-masing desa belum tersedia. Kondisi tersebut membuat sejumlah kebutuhan masyarakat harus terlebih dahulu ditanggulangi, termasuk kebutuhan yang terpaksa diperoleh dengan berutang kepada sejumlah warung.

Pada Februari 2026, Bupati Tapanuli Utara juga disebut kembali memberikan arahan agar pihak kecamatan memanfaatkan dana tersebut untuk memenuhi kebutuhan di lokasi bencana.

Sementara itu, Camat Adiankoting Lammiduk Sinaga ketika dimintai keterangannya membenarkan bahwa hingga kini masih terdapat sisa dana dari uang yang diberikan Menko Polkam sebagai pengganti oleh-oleh tersebut.

Menurut Lammiduk, sisa dana itu nantinya akan digunakan untuk mendukung kegiatan gotong royong bersama yang akan dilaksanakan oleh pihak kecamatan dan seluruh desa.

"Rencananya dalam waktu dekat, pihak kecamatan dan seluruh desa akan melakukan gotong royong secara serentak. Kebutuhan dana untuk kegiatan gotong royong tersebut, kita akan menggunakan sisa uang tersebut," jelasnya.

Dengan demikian, berdasarkan keterangan Kepala Desa Dolok Nauli dan Camat Adiankoting, dana Rp250 juta yang diserahkan saat kunjungan Menko Polkam tersebut tidak diposisikan sebagai bantuan langsung kepada masyarakat.

Dana itu kemudian dialokasikan untuk membantu kebutuhan operasional pemerintahan desa dan kecamatan, khususnya dalam mendukung penanganan berbagai kebutuhan yang muncul setelah bencana banjir dan longsor melanda sejumlah desa di Kecamatan Adiankoting. (")

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Warga Desa Dolok Nauli Minta Pemkab Tobasa Perbaiki Jalan Galagala Pangkailan
Murid SD di Desa Dolok Nauli Pangaribuan Tempuh Jalan Terjal 5,2 Km ke Sekolah
komentar
beritaTerbaru