Tigadolok(harianSIB.com)
Penanganan longsor di ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Parapat, tepatnya di wilayah Nagori Pondok Bulu, Kecamatan Dolokpanribuan, Kabupaten Simalungun, ditargetkan rampung pada awal Oktober 2026.
.jpeg)
Baca Juga:
Kementerian PU, melalui rekanan membangun tembok cor beton di tepi ruas Jalinsum Parapat yang longsor di wilayah Nagori Pondokbulu, Kecamatan Dolokpanribuan, Kabupaten Simalungun, Rabu (2/9/2026).(Foto:harianSIB.com/Linggom Parhusip).
Hal itu disampaikan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui pengawas lapangan D Sitio didampingi D Pasaribu kepada jurnalis harianSIB.com di Tigadolok, Kecamatan Dolokpanribuan, Rabu (2/9/2026).
Sitio menjelaskan, longsor terjadi di tepi ruas Jalinsum Parapat sepanjang kurang lebih 35 meter dengan kedalaman jurang sekitar lima meter. Penanganan longsor telah dimulai sejak Juli 2026.
Menurutnya, penanganan dilakukan dengan membangun tembok penahan tanah menggunakan cor beton bore pile untuk menahan getaran, beban berat, dan mencegah longsor berulang.
"Pembangunan tembok penahan tanah bore pile sedalam 8 meter dan tinggi 5 meter dan panjang 35 meter sudah dikerjakan pada bulan Juli lalu oleh pihak rekanan CV Tri Tama Jaya," pungkasnya.
Sitio berharap pembangunan tembok penahan di tepi Jalinsum Parapat selesai sesuai estimasi. Ia juga mengimbau pengguna jalan tetap berhati-hati dan mematuhi rambu lalu lintas karena aktivitas pekerja masih berlangsung di lokasi hingga proyek rampung.
Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan penanganan longsoran PPK 1.5 dilaksanakan Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Utara. Proyek bertanggal 24 April 2026 dengan nilai kontrak Rp4.368.571.600 dan dikerjakan CV Tri Tama Jaya.(**)