Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 09 Juni 2026

Disperindag Kota Pematangsiantar Minta Pedagang Stop Jual Apel Impor Amerika Serikat

- Jumat, 30 Januari 2015 14:04 WIB
333 view
Disperindag Kota Pematangsiantar Minta Pedagang Stop Jual Apel Impor Amerika Serikat
Pematangsiantar (SIB)- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pematangsiantar meminta kepada seluruh pedagang buah agar tidak menjual apel asal Amerika Serikat. Hal ini berkaitan dengan temuan apel imporĀ  tersebut mengandung bakteri Listeria Monocytogenes yang dapat membahayakan bagi kesehatan seperti gangguan saraf dan pencernaan.

"Tim kami sudah menyampaikan imbauan tersebut serta tim kami akan bekerjasama Dinas Kesehatan Pematangsiantar dalam mengawasi penjualan apel jenis Granny Smith dan Gala berwarna hijau," kata Kepala Dinas (Kadis) Perindag Kota Pematangsiantar Zainal Siahaan (Kamis 29/1).

Zainal mengatakan, lembaganya telah menerima surat edaran dari Kementerian Perdagangan. Surat tersebut memberitahukan bahwa ada hasil penelitian yang menyebut dua merek apel asalĀ  Amerika terpapar bakteri yang membahayakan kesehatan manusia. Pedagang diberi waktu untuk menarik buah apel Amerika paling lambat Jumat (30/1).

Lebih lanjut dia menjelaskan, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah tempat penjual buah untuk memastikan apel asal Amerika tidak beredar lagi.

Sementara itu, Alianto Sitepu salah seorang pedagang buah di Jalan Merdeka, tepatnya di pasar tradisional Pasar Horas mengaku belum mengetahui larangan penjualan apel Amerika. Padahal, kata Alianto, apel Amerika tergolong laris.

"Lebih baik diuji dulu, kalau berbahaya kami siap tidak menjualnya," kata Alianto.

Selain itu Alianto Sitepu mengakui, sebelum adanya pemberitaan terkait adanya virus penyakit pada apel Amerika, setiap harinya dia mampu menjual apel Amerika 50 Kg dengan harga Rp 35 ribu per kilogram, namun setelah ada pemberitaan di media cetak dan elektronik minat masyarakat untuk membeli apel Amerika menurun dratis. (C6/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru