Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 09 Juni 2026
Dr Simion Harianja MTh pada Seminar Pekabaran Injil STAKPN Tarutung

Gereja Masa Depan Berorientasi pada Kualitas Pelayanan

- Minggu, 22 Maret 2015 16:05 WIB
928 view
Gereja Masa Depan Berorientasi pada Kualitas Pelayanan
SIB/Jhon Manalu
SEMINAR: Direktur Pasca Sarjana STAKPN Tarutung Drs Simion D Harianja MTh (3 dari kanan) foto bersama para pembicara dari GLfI (Gospel Light for Indonesia) usai pemberian cinderamata dalam seminar pekabaran Injil di kampus tersebut, Sabtu (21/3).
Tarutung (SIB)- Gereja masa depan adalah gereja yang berorientasi pada kualitas pelayanan dan mampu mewujudkan jemaat yang missioner.  Demikian dikatakan Direktur Pasca Sarjana STAKPN Tarutung Dr Simion D Harianja MTh  saat membuka seminar pekabaran Injil pasca sarjana di Aula kampus tersebut, Sabtu (21/3).

Disebutkan, dewasa ini ada kecenderungan rumusan-rumusan program gereja aras nasional tidak mampu menjawab kebutuhan jemaatnya bahkan seakan menutup mata terhadap berbagai persoalan kehidupan masyarakat. Untuk itu gereja harus membuka diri dan mengkaji ulang tentang berbagai programnya agar mampu menjawab persoalan jemaatnya.

"Harapan kita bagaimana gereja untuk membuka diri dan menata ulang ketiga tugas panggilannya yaitu koinonia, marturia dan diakonia, supaya dapat sejajar atau bahkan melampaui dinamika kehidupan masyarakat dan bangsa ini," katanya.   

Simion menegaskan, gereja jangan berhenti atau jalan di tempat dengan alasan-alasan klasik seperti keterbatasan dana dan keterbatasan SDM. "Mari, para cendekiawan Kristen untuk ambil bagian dalam tugas pekabaran Injil. Bangsa kita akan hebat jika kita atau mahasiswa memiliki tinggi iman, tinggi ilmu dan tinggi pengabdian," tegasnya.

Seminar yang diawali dengan kebaktian, menampilkan nara sumber dari GLfI (Gospel Light For Indonesia) antara lain, Pdt Dr Paul Choo (Singapura), Christine (Filipina) Pdt Leo, Irma dan Pdt Sihombing (Bandung).

Di hadapan ratusan mahasiswa, Dr Paul memaparkan tentang guru Kristen yang hebat dengan mengutip sejumlah nats Alkitab. "Jika negara tidak menghargai anak-anak, maka negara itu akan runtuh. Jika negara tidak menghargai guru-guru sekolah minggu maka negara itu level ketiga," ucap Paul mengawali topik yang disampaikannya.

Masing-masing pembicara tersebut diberikan cinderamata berupa topi corak ulos Batak oleh Direktur Pasca Sarjana didampingi sejumlah dosen.(E01/c)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru