Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 09 Juni 2026

Pemkab Tapsel Urutan Ketiga Tercepat Serahkan Laporan Keuangan 2014 ke BPK Perwakilan Sumut

* PAD MEncapai Rp 96 Miliar
- Rabu, 25 Maret 2015 11:50 WIB
622 view
Pemkab Tapsel Urutan Ketiga Tercepat Serahkan Laporan Keuangan 2014 ke BPK Perwakilan Sumut
SIB/Dok
LKPD : Plh BPK Sumut Aris Laksono foto bersama Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu didampingi pejabat lainnya usai menerima LKPD Tapsel 2014 di kantornya Jalan Imam Bonjol Medan, Jumat (20/3).
Medan (SIB)- Plh Kepala Kantor BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) Perwakilan Sumut Aris Laksono menerima LKPD (Laporan Keuangan Pemerintah Daerah) Kabupaten Tapanuli Selatan tahun 2014 diserahkan Bupati  Syahrul M Pasaribu di kantornya Jalan Imam Bonjol Medan, Jumat (20/3).

Syahrul  didampingi Ketua DPRD Tapsel H Rahmat Nasution SSos, Inspektorat M Ali Imran SE, Sekretaris Dewan Roddawi Hasibuan, Kadis Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Sulaiman Lubis SE, Ketua Bappeda H Moh Aswan Hasibuan SH, Irban Wilayah III Mahmud Siregar SE, Kabid Akuntansi Zulkarnain Harahap SE dan Irban Wilayah II Maratua Harahap ST.

Aris Laksono mengatakan, dalam hal penyampaian LKPD 2014 ini, Tapsel urutan ketiga dari 33 kabupaten/kota  setelah Sergai dan Nias.

Bupati Tapsel menyebutkan, tahun 2014, Tapsel urutan kedua menyerahkan LK PD tahun 2013. "Tahun ini agak terlambat karena kami masih membereskan masalah dokumentasi aset," katanya.

Dia  berharap  tahun ini  Tapsel bisa meningkat dari opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

"Kami harus optimis mencapai WTP dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK tahun ini dengan melakukan  berbagai upaya terutama pendokumentasian aset Pemkab Tapsel,” ujarnya.

Menurutnya, aset-aset yang didokumentasikan itu aset lama.

“Proses mendokumentasikan aset, itu yang membuat agak lama penyerahan LKPD.  Justru hal ini  yang membuat LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) Tapsel dalam tiga tahun terus meraih  opini WDP. Jadi masalah dokumentasi aset ini sudah diselesaikan mudah-mudahan bisa WTP," katanya lagi.

BPK, menurut Syahrul, sudah turun langsung ke Tapsel untuk melihat LKPD  itu yang sudah tiga kali WDP tapi tak naik tingkat  jadi WTP. Ternyata setelah BPK menelitinya langsung, pengelolaan keuangan Tapsel sudah bagus, cuma masalah dokumentasi aset saja.

Menyinggung  Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tapsel tahun 2014. Bupati mengatakan sekira Rp96 miliar  dan PAD 2015 diharapkan  target Rp98 miliar dapat terealisasi.

PAD Tapsel merupakan terbesar keempat atau kelima setelah Medan, Deliserdang dan kota-kota besar lainnya di Sumut.

Sumber-sumber  PAD itu antara lain dari dividen Bank Sumut tahun 2014 Rp40 miliar dengan saham sekira 9 % di Bank Sumut.

Kemudian pendapatan dari retribusi pasar karena sekarang di setiap kecamatan ada pasar tradisional yang dibangun  tahun 2011-2013. Tapsel memiliki  14 kecamatan, 212 desa dan 36 kelurahan. (A2/f)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru