Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 09 Juni 2026

Rp 9 M Dana Kapitasi Tak Dibayarkan, Dokter di Nisel Menangis Mohon Dicairkan

- Kamis, 26 Maret 2015 13:59 WIB
886 view
 Rp 9 M Dana Kapitasi Tak Dibayarkan, Dokter di Nisel Menangis Mohon Dicairkan
Nisel (SIB)- Menindaklanjuti tuntutan  sejumlah dokter terkait dana kapitasi BPJS dan insentif yang belum diterima sejak awal 2014 lalu, DPRD Nisel melakukan rapat dengar pendapat (RDP) mengundang Kadis Kesehatan Murniati Dachi serta para dokter, Senin (23/3).

Rapat dilakukan tertutup membahas permasalahan dana yang tak kunjung diterima dokter yang mayoritas warga luar pulau Nias hingga setahun lebih.
Namun dari jendela ruang rapat paripurna terpantau jelas kegiatan RDP, terlihat Kadis Murniati Dachi dengan nada emosi "menyemprot" para dokter.

Kadis mengatakan kecewa dengan dokter yang langsung mengadukan permasalahan ke DPRD karena menurutnya dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Sedangkan dana kapitasi (jasa dokter dalam pengobatan BPJS) menurutnya kurang lebih Rp 9 miliar ada di rekening penampungan dinas dan tidak dapat didistribusikan karena terbengkalai aturan hukum. Murniati tidak memberi kepastian kapan dibayarkan, hanya berjanji setelah evaluasi APBD.

Saat sejumlah perwakilan dokter seperti dr Julius Hutabarat, dr Fernando Sinaga, dr Fany Hondro dan lainnya meminta kepastian pencairan, Murniati terlihat berang dengan berdalih menuntut keseriusan kerja dokter.

"Jangan hanya menuntut hak, apakah kalian telah melaksanakan tugas dengan baik," katanya.

Ia bahkan mengancam dokter akan mengembalikan dana insentif daerah yang diterima karena menurutnya itu diberikan dengan kompensasi pengabdian yang efektif.

dr Fany, dokter spesialis anak, menyampaikan keluhan yang dihadapi dengan tidak diterimanya kapitasi, bahkan gaji PNSnya sempat tertunda selama 2 bulan sehingga kesulitan membutuhi keluarga, dengan berurai air mata ia menyesalkan tindakan Kadis Kesehatan.

Para dokter, di depan Ketua DPRD mengatakan permasalahan pencairan ini hanya terjadi di Nisel. "Jika Kadis mengatakan menunggu aturan hukum, mengapa empat kabupaten kota di kepulauan Nias menyalurkannya dengan tepat waktu," kata mereka.

Usai RDP, Murniati kepada sejumlah wartawan mengatakan hak dokter, kapitasi dan insentif akan dicairkan menunggu turunnya evaluasi APBD dari Pemprovsu, ia memastikan akan dicairkan.

Kemudian mengenai pencairan terganggu ia tidak memberi alasan jelas. Ia mengatakan kendala karena menunggu aturan, kemudian pengisian DPA. Ketika ditanyakan terkait pemberian hak dokter di daerah lain berjalan lancar, Murniati juga menghindar dengan mengatakan daerah lain terlalu berani.

Sementara itu para dokter mengaku kecewa dengan RDP, dr Julius Hutabarat mengaku pertemuan belum mencapai mufakat. "Kami kesal, belum ada komitmen pencairan dana kami," kata Julius didampingi dokter lain.

Mereka mengaku jika permasalahan  tidak diselesaikan, dokter akan membawakan ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI), bahkan melakukan upaya hukum.

Ketua DPRD Sidi Adil Harita SSos menghimbau Dinkes segera menyelesaikan masalah tersebut, ia menyayangkan dokter yang tidak menerima hak.
DPRD pun dikatakan akan segera memeriksa rekening penampungan dana kapitasi serta mencari akar pemasalahan.

Wartawan dikeluarkan
Belasan wartawan yang berniat meliput RDP pembahasan dana kapitasi dan insentif dokter kesal karena merasa dipermainkan Ketua DPRD Nisel Sidi Adil Harita SSos, Selasa (23/3).

Ketika pembahasan akan dimulai, Sidi Adil memperbolehkan wartawan masuk ke ruang RDP dan dinyatakan terbuka untuk umum.

Namun setelah dibuka secara resmi, salah seorang anggota dewan Aris Augustus Dachi yang merupakan saudara kandung Kadis Kesehatan Murniati Dachi komplain dengan mengatakan rapat tertutup sesuai surat undangan yang diperoleh.

Sidi Adil pun mengiyakan dengan mengatakan ia silap, ia mengatakan rapat tertutup. "Wartawan kami persilahkan keluar," katanya.

Wartawan kesal dengan sikap Sidi Adil. Wartawan jelas kesal dan malu disuruh masuk lalu dikeluarkan. Persidangan macam apa itu," keluh Edy Zebua wartawan harian terbitan Medan, seraya mempertanyakan ada apa di balik pengusiran wartawan. (A34/q)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru