Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 09 Juni 2026

Kemarau Panjang, Belasan Hektar Sawah Terancam Gagal Panen di Gebang

- Kamis, 26 Maret 2015 14:16 WIB
535 view
Kemarau Panjang, Belasan Hektar Sawah Terancam Gagal Panen di Gebang
SIB/Lesman Simamora
Gagal Panen : Tanaman padi terancam gagal panen akibat kekeringan.
Gebang (SIB)- Belasan hektare sawah tadah hujan terancam gagal panen di Desa Paluh Manis, Kecamatan Gebang, Langkat, akibat kemarau yang berkepanjangan. Sebagian besar tanaman padi seperti ungkapan hidup segan mati tak mau, terhimpit rerumputan.

Sejumlah warga ditemui SIB di sekitar lokasi, Rabu (25/3), mengatakan, sejak pertengahan Pebruari lalu hingga memasuki akhir Maret 2015 ini hujan nyaris tak pernah turun mengakibatkan areal persawahan kering kerontang di daerah itu. Petani pun mengaku tidak memiliki upaya untuk menyelamatkan padi mereka.

"Tak ada usaha yang bisa dilakukan, sebab nasib para petani di sini tergantung  curah hujan," ujar Ponidi.

Selain di Gebang, ribuan hektare sawah tadah hujan di Kecamatan Babalan, Besitang, Sei Lepan, Pematangjaya, Brandan Barat, Besitang dan Pangkalansusu juga terancam gagal tanam akibat kemarau yang berkepanjangan.

Menurut Napitupulu, petani di Besitang, saat ini areal persawahan benar-benar dalam kondisi kering kerontang sehingga para petani terpaksa menunda turun ke sawah,  meski sebetulnya para petani pada Maret ini sudah saatnya mulai beraktivitas mempersiapkan lahan penanaman termasuk menyemai bibit padi.

"Beginilah nasib para petani sawah tadah hujan di daerah ini, jika musim kemarau berkepanjangan, dipastikan para petani tidak turun ke sawah. Makanya banyak di antara petani yang terpaksa mengalihfungsikan lahan pertaniannya menjadi areal kebun kelapa sawit," ujarnya.

Padahal, kata dia, lahan persawahan yang dikonversi tidak akan lebih menguntungkan petani jika dibandingkan dengan hasil pendapatan panen padi asal curah hujan turun normal, tapi kalau kondisi cuaca ekstrim seperti ini,  petani kelapa sawit masih dapat memetik hasil panen TBS.

Senada dengan itu, Pardi seorang petani,  ditemui SIB di Desa Teluk Meku, Kecamatan Babalan, Minggu (22/3) mengatakan, umumnya petani tidak berniat mengalihfungsikan lahan dari tanaman padi ke  tanaman budidaya perkebunan. Tapi karena air hujan tidak cukup untuk mengairi areal persawahan,  maka di antara petani terpaksa bergeser menanam tanaman komoditas budidaya perkebunan seperti kelapa sawit, karet dan tanaman lainnya. Sebab di daerah ini tidak ada bendungan irigasi yang  dibangun pemerintah.

“Jika saja ada niat dan kerja keras pemerintah membangun irigasi permanen yang dapat menjamin ketersediaan air, maka wilayah Teluk Aru ini dapat dipastikan menjadi lumbung padi dengan luas areal persawahan tadah hujan mencapai sepuluh ribu hektar,” ujar Pardi sembari berharap pemerintah membangun infrastruktur irigasi di daerahnya. (B04/f)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru