Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 09 Juni 2026

Warga Persoalkan Kafe-Kafe Nakal di Tengah Kota Tarutung

- Jumat, 27 Maret 2015 10:43 WIB
494 view
 Warga Persoalkan Kafe-Kafe Nakal di Tengah Kota Tarutung
Medan (SIB)- Warga Tarutung mempersoalkan keberadaan kafe-kafe nakal dan warung remang-remang yang banyak berdiri di tengah kota.

"Warga Tarutung menyesalkan pemerintah yang terkesan diam saja. Sebab kafe-kafe itu merusak citra kota rohani Tarutung," ungkap anggota DPRD Sumut Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut IX (Taput, Tobasa, Humbahas, Samosir, Tapteng dan Kota Sibolga), Ir Juliski Simorangkir MM kepada wartawan di Medan, Kamis (26/3), usai melakukan reses ke Dapilnya 18-20 Maret lalu.

Sebelum ke Tarutung, Juliski lebih dulu reses ke Tapteng. Di sana, warga meminta pelebaran jalan nasional Pandan - Padang Sidimpuan cepat direalisasikan pemerintah agar akses perekonomian masyarakat lebih lancar. "Dana sudah ada, tinggal pembebasan lahan yang belum tuntas. Warga setuju pembebasan lahan namun harus sesuai ketentuan," katanya.

Aspirasi lain, menyangkut keberadaan Terminal Pandan Tapteng yang belum kunjung dioperasionalkan kendati sudah 1 tahun dibangun. Kemudian mengenai ketersediaan pupuk yang sangat terbatas dan harga karet yang jauh merosot.

Sejak 1 tahun terakhir, kata dia, harga karet hanya Rp 4 ribu/Kg sementara sebelumnya mencapai Rp 18 ribu/Kg.

Sementara di Kecamatan Tarutung dan Siatas Barita, selain menerima aspirasi soal kafe-kafe nakal, Juliski juga menerima keluhan masyarakat tentang kondisi infrastruktur jalan rusak, pemberian honor bulanan guru-guru sekolah minggu, perajin tenun ulos Batak yang butuh dukungan pemerintah, dan pembangunan patung Yesus yang belum selesai di dekat kawasan Salib Kasih.

"Patung Yesus itu telah 2 tahun dibangun dari APBD Taput, namun warga menduga ada penyimpangan pelaksanaan sehingga tidak kunjung selesai dan wajib diusut pihak penegak hukum," kata Juliski.

Sedangkan saat reses di Kecamatan Simanindo, Samosir politisi PKPI itu menyerap aspirasi warga menyangkut ikon wisata Tuktuk yang terganggu akibat infrastruktur jalan yang rusak parah, maraknya kerambah ikan di tempat-tempat wisata dan harapan supaya kawasan geopark dapat ditetapkan Unesco sebagai wilayah khusus taman lingkungan hijau serta penertiban perusahaan-perusahaan perusak kawasan asri Danau Toba.

"Saya katakan kepada semua warga kalau aspirasinya akan saya tindaklanjuti, baik kepada Pemkab, Pemprovsu serta instansi terkait," kata Juliski. (R21/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru