Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 09 Juni 2026

Sopir Truk Asal Agara Keluhkan Pungli di Jembatan Sembekan Mardinding

* Wabup Agara Minta Polisi Tidak Tutup Mata
- Jumat, 27 Maret 2015 11:04 WIB
290 view
 Sopir Truk Asal Agara Keluhkan Pungli di Jembatan Sembekan Mardinding
Kutacane (SIB)- Para sopir truk asal Aceh Tenggara (Agara) dan Gayo Lues mengeluhkan kerusakan Jembatan Sembekan Kecamatan Mardinding, Kabupaten Karo. Pasalnya, mereka kerap dipungli saat melintas di jembatan itu dengan dalih untuk dana perbaikan.

Seperti diungkapkan Robet, sopir angkot asal Kutacane. Menurut dia, karena Jembatan Sembekan rusak parah, para sopir harus ekstra hati-hati jika tidak ingin terperosok ke lubang yang menganga.

"Kondisi itu sering dimanfaatkan warga setempat untuk memandu sopir menghindari lubang-lubang yang menganga. Sebagai imbalannya, sopir harus memberikan uang mulai Rp50 ribu hingga ratusan ribu rupiah tergantung ukuran mobil," tuturnya.

Padahal, kata dia, perbaikan jembatan tersebut merupakan tanggungjawab pemerintah. Apalagi, jembatan itu menghubungkan Kabupaten Agara dan Sumut untuk menggerakkan perekonomian rakyat. "Entah sampai kapan jembatan itu dibiarkan rusak," ujarnya.

Robet juga pesimis pungli di jembatan itu dapat diberantas. Sebab, sekelompok orang selalu berada di sekitar jembatan itu mulai pagi hingga malam hari. Dia punĀ  khawatir jembatan itu sengaja dibiarkan rusak supaya oknum-oknum di sana bisa meminta uang dari setiap mobil yang melintas.

"Seolah-olah orang-orang yang ada di jembatan itu berniat mau menolong dengan mendorong mobil yang nyangkut. Tapi, selesai mendorong mereka meminta bayaran hingga Rp300 ribu," ungkapnya.

Wakil Bupati Agara H Ali Basrah ketika dikonfirmasi, Rabu (25/3), mengaku heran maraknya pungli di Jembatan Sembekan tersebut. "Saya juga heran, kenapa sampai sekarang pungli masih berlangsung leluasa di sana," katanya.

Untuk itu, dia meminta Balai Perawatan Jalan Nasional (BPJN) Sumut segera memperbaiki jembatan itu. Dengan begitu, pungli dapat diberantas. "Agara dan Sumut merupakan jalur lintas perekonomian. Karena itu, jangan ada perlakuan diskriminatif terhadap truk-truk asal Agara yang melintas di jembatan itu," katanya.

Jika kondisi itu terus berlanjut, kata Basrah, dikhawatirkan hubungan ekonomi antara Agara dan Sumut yang selama ini saling menguntungkan bisa terganggu. "Karena itu, kami mengharapkan pungli terhadap truk-truk atau mobil dari Agara dihentikan," tegasnya.

Ali Basrah juga meminta Gubsu Gatot Pujo Nugroho memerintahkan BPJN Sumut untuk secepatnya memperbaiki Jembatan Sembekan tersebut. Dia pun meminta aparat kepolisian di Kabupaten Karo menindak tegas setiap pelaku pungli di jembatan itu.

"Kami mengharapkan aparat penegak hukum di Karo tidak tutup mata terhadap tindakan pungli yang terjadi di Jembatan Sembekan," tegasnya. (B06/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru