Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 09 Juni 2026

Cegah Demam Berdarah, Kader FSPTI - K SPSI Gotong-Royong di Kutalimbaruma

- Sabtu, 28 Maret 2015 14:34 WIB
219 view
Cegah Demam Berdarah, Kader FSPTI - K SPSI Gotong-Royong di Kutalimbaruma
Binjai (SIB)- Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene (IUWASH) bekerjasama dengan  Islamic Development Bank (IDB) dan Pemerintah Kota (Pemko) Binjai dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan, pembangunan sektor sanitasi dan air bersih, menggelar workshop program sanitasi komunal serta pembentukan tim promosi,  di Ruang Rapat 3 Pemko Binjai, Jumat (13/3).

IUWASH mengundang peserta workshop yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Bappeda, Sanitarian, Dinas Tarukim, Dinas PU, Dinas Kebersihan, BLH, Bagian Humas, Jurnalis, Camat Binjai Kota dan Lurah Tangsi.

Sekretaris Bappeda Binjai, Eka, saat membuka workshop atas nama Pemko Binjai mengucapkan terimakasih kepada IUWASH dan IDB yang telah fokus mengerjakan sanitasi air bersih di Kota Binjai, dimana Kelurahan Tangsi menjadi Kelurahan yang pertama sebagai percontohan dilakukannya pembangunan sistem sanitasi perpipaan (IPAL Kawasan), yang saat ini dalam tahap persiapan pembangunan fisik.

“Setelah menunggu  3 tahun, akhirnya tahun ini pembangunan IPAL dilaksanakan. Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan IPAL tersebut diperkirakan Rp 5,1 miliar. Kita berharap  terbangunnya IPAL ini dapat memberikan konstribusi  bermanfaat untuk masyarakat,” ucap Eka.

Hetty Tambunan, perwakilan IUWASH menjelaskan, sanitasi komunal adalah dimana masyarakat bisa bersama-sama memiliki sarana sanitasi tetapi tidak menjadi milik pribadi.

Program sanitasi di Kota Binjai dilatarbelakangi dari Pemko Binjai yang sangat peduli terhadap sanitasi, dana yang akan dipergunakan dalam pembangunannya berasal dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Workshop ini bertujuan untuk mengelola sistem sanitasi dengan baik, dari segi teknis, kelembagaan dan manfaatnya, serta memberi sosialisasi kemauan dan kemampuan masyarakat memanfaatkan serta memelihara sarana IPAL.

“Saat ini kita masih dalam tahap pra konstruksi dan sangat diperlukan perencanaan yang matang dalam hal memberikan pemahaman kepada masyarakat, karena bagian dari sebuah kesuksesan berawal dari perencanaan yang matang,” jelas Hetty.

Perwakilan IDB, Zulkarnai, mengatakan program sanitasi berbasis masyarakat (sanimas) IDB dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, melalui upaya peningkatan cakupan layanan sanitasi dengan pendekatan berbasis masyarakat.

Adapun target penerima manfaat dikhususkan kepada masyarakat yang tinggal di kawasan perkotaan dan semi perkotaan yang berpenduduk relatif padat, rawan sanitasi dan diutamakan masyarakat berpenghasilan rendah.(A29/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru