Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 09 Juni 2026

Pembahasan Pengelolaan Lahan Baru Perkuburan Kristiani Asahan Deadlock

- Sabtu, 28 Maret 2015 15:06 WIB
401 view
Pembahasan Pengelolaan Lahan Baru Perkuburan Kristiani Asahan Deadlock
SIB/D03
Deadlock : Suasana rapat di kantor Bamag Kisaran dengan agenda pembahasan pengelolaan lahan baru pekuburan Kristiani Asahan bersumber dari dana hibah Rp1 M APBD Asahan 2014 deadlock. Pengurus PKOK meninggalkan pertemuan sementara Ketua Bamag Asahan mensko
Kisaran (SIB)- Pertemuan Bamag Asahan, Pengurus PKOK (Pekuburan Kristen Oikumene Kristen) Kisaran, FKBPP (Forum Komunikasi Batak Peduli Pembangunan), GAMKI serta elemen masyarakat Kristiani Kisaran guna membahas pengelolaan lahan baru pekuburan Kristen Asahan bersumber dari dana hibah Rp1 miliar APBD 2014  deadlock. Pertemuan dilaksanakan di kantor Bamag Asahan, Kamis (26/3) dibuka Ketua Bamag Asahan Ir Hardo Simanjuntak didampingi Sekretaris Pt Muhamad Ginting dan Bendahara Ebenezer Siregar yang merupakan anggota DPRD Asahan.                                                                                     

Dijelaskan, dana hibah Rp1 M sudah diterima melalui rekening Bamag dan telah diberikan untuk lahan baru pekuburan Kristen di Desa Hessa. Karena AD/RT PKOK dan Bamag berbeda disarankan kedua lembaga agar menyatukan persepsi mengelola lahan baru itu.

Ketua PKOK St I Sitanggang dan pengurus lainnya  mengatakan, selama ini PKOK yang mengurus pekuburan dan hingga saat ini asset PKOK sudah ada di 3 lokasi. Salah satu asset itu ada di Desa Hessa kurang lebih 2 Ha. “Kenapa AD/RT kami yang harus diatur. Kalau memang Bamag berhak mengelola lahan baru dari dana hibah APBD Asahan 2014 silahkan saja. Tidak dilibatkan pun tidak apa-apa,”sebut St I Sitanggang.

Suasana rapat semakin panas hingga akhirnya St I Sitanggang menyebut bila di kemudian hari diadakan rapat, pihaknya tidak akan datang dan jangan lagi diundang sambil meninggalkan ruang rapat bersama pengurus PKOK lainnya. Seketika, Ketua Bamag menskor pertemuan hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Deadlocknya pembahasan pengelolaan lahan baru pekuburan Kristen sangat disesalkan.

Lahan pekuburan Kristen di Jalan Sei Kopas Kisaran sudah hampir terisi penuh. Kemudian berbagai elemen seperti Bamag, PKOK, FKBPP, GAMKI, PIKI, LPPD, para pendeta, tokoh adat maupun marga yang ada di kota Kisbar dan Kistim bersatu guna mencari solusi terbaik. Pertemuan demi pertemuan hingga beraudiensi kepada Bupati Asahan Drs H Taufan Gama Simatupang MAP dilakukan yang intinya agar bupati menyediakan lahan baru pekuburan bukan berupa uang/dana hibah. Namun bagaimana, ketika diselenggarakan pesta pembangunan salah satu gereja, bupati menyerahkan secara simbolis dana hibah bersumber dari APBD Asahan 2014 kepada Ketua Bamag Asahan. (D3/f)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru