Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 09 Juni 2026
Atasi Penyakit Busuk Buah Kering pada Tanaman Cabai

Petani Simalungun Disarankan Pakai Kompos Permentase

- Minggu, 29 Maret 2015 21:26 WIB
641 view
Petani Simalungun Disarankan Pakai Kompos Permentase
Simalungun (SIB)- Penyakit antranoksa merupakan penyakit utama pada tanaman cabai. Banyak petani yang susah dan kewalahan mengatasi penyakit busuk buah kering tersebut. Jika sudah terlanjur menyerang maka bisa menimbulkan gagal panen membuat para petani rugi. Lantas, bagaimana cara mengatasi penyakit antranoksa tersebut.

“Cara pengolahan lahan harus benar dengan mengukur kadar PH tanah terlebih dahulu, kemudian menggunakan bibit yang berkualitas seperti Hibrid,” kata Koordinator BP3K Silimakuta St Arison Saragih didampingi Ka UPTD Pertanian Silimakuta Lemanus Saragih dan Ketua Koptan Pasar Lama I Parlin Sinaga kepada SIB, Rabu (25/3) di Saribudolok.

Kadar tanah yang cocok untuk tanaman cabai, kata Arison, berukuran 5,6 PH. Jika di bawah 5 PH, maka harus menggunakan dolomit (kapur pertanian) dengan tujuan menaikkan kadar PH tanah agar sesuai dengan permintaan tanaman cabai.

“Timbulnya penyakit antranoksa itu salah satu akibat PH tanah tidak sesuai, namun petani terus menanam cabai membuat penyakit itu cepat berkembang biak,” kata dia.

Selain pengolahan lahan dan bibit berkualitas, untuk mengatasi penyakit antranoksa, petani Simalungun disarankan untuk memakai pupuk berimbang serta lebih mengutamakan kompos permentase.

“Jika sudah sempat terkena, petani harus membersihkan buah yang sudah busuk kering itu dari batang, setelah itu baru dilakukan penyemprotan dengan menggunakan pestisida nabati (tribak). Karena, jika buah yang sudah terkena serangan penyakit itu dibiarkan di batang, maka perkembangan penyakit tersebut sangat cepat meluas. Itu makanya harus dibuang terlebih dahulu kemudian dilakukan penyemprotan,” katanya.

Selain itu, katanya, untuk menghindari serangan penyakit antranoksa, petani juga harus melakukan rotasi tanaman (pergantian jenis tanaman di lahan yang sama) serta perbanyak menggunakan kompos permentase. Pasalnya, penyakit itu bisa berkembang, salah satu juga akibat tanaman kekurangan makanan. (C09/h)
 



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru