Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 09 Juni 2026

DPRDSU: Irigasi Paya Lompaten Hancur, 1.250 Ha Areal Pertanian di Karo Terancam Tak Berfungsi

* Desak Dinas PSDA Sumut Segera Tampung Anggaran Rp15 M di APBD Sumut Bangun Irigasi
- Senin, 30 Maret 2015 14:38 WIB
384 view
 DPRDSU: Irigasi Paya Lompaten Hancur, 1.250 Ha Areal Pertanian di Karo Terancam Tak Berfungsi
Medan (SIB)- Anggota DPRD Sumut Dapil (daerah pemilihan) XI Karo, Dairi dan Pakpak Bharat Ir Astrayuda Bangun menemukan, irigasi Paya Lompatan di Kecamatan Juhar sudah “hancur-hancuran”, sehingga 1.250 hektar areal pertanian masyarakat di Kecamatan Juhar dan  Tigabinanga Kabupaten Karo terancam tidak dapat lagi difungsikan secara maksimal.

“Selama ini masyarakat Juhar dan Tigabinanga bisa memanfaatkan lahan seluas 1.250 hektar tersebut untuk menanam tanaman padi, jagung atau palawija lainnya dua kali panen dalam setahun. Tapi sejak irigasi Paya Lompatan itu tidak dapat difungsikan lagi, hanya bisa sekali setahun. Itupun menggunakan air tadah hujan,” ujar Astrayuda Bangun kepada wartawan, Minggu (29/3) di DPRD Sumut seusai melakukan kegiatan Reses ke Dapil XI.

Karena itu, Astrayuda mendesak Dinas PSDA (Pemanfaatan Sumber Daya Air) Sumut untuk segera membangun proyek irigasi “Paya Lompatan” yang sudah lama diidam-idamkan masyarakat, agar para petani dapat memanfaatkan lahannya secara maksimal, yakni dua kali dalam setahun dengan dibarengi selingan tanaman palawija lainnya.

“Kita mengingatkan Kadis PSDA Sumut agar lebih peka terhadap persoalan masyarakat dengan memperjuangkan penampungan anggarannya di P-APBD maupun APBD Sumut sebesar Rp15 miliar lebih, agar irigasi Paya Lompatan itu dapat segera dibangun, demi kesejahteraan masyarakat Kecamatan Juhar dan  Tigabinanga,” tandas anggota Komisi D ini.

Menurut politisi Partai Gerindra Sumut ini, sudah saatnya dihentikan penderitaan masyarakat di Kabupaten Karo dengan memperbaiki infrastruktur areal pertaniannya, sebab masyarakat  saat ini sedang mengalami keterpurukan akibat erupsi Gunung Sinabung yang tak kunjung selesai.

Lau Borus
Di bagian lain keterangannya, Astrayuda juga mendesak BWSS (Balai Wilayah Sungai Sumatera) I Sumut untuk segera menormalisasi Sungai Borus Kabupaten Karo, pasca terjadinya erupsi Gunung Sinabung, karena alur sungai saat ini tidak dapat lagi menampung debit air yang mengalir, sebab sudah terjadi pendangkalan oleh lumpur maupun debu vulkanik Sinabung.

“Jalur Sungai Borus saat ini sangat dangkal, apabila datang hujan dengan melebihi kapasitas, dipastikan akan terjadi banjir bandang, karena sepanjang alur sungai sudah menumpuk debu maupun lumpur erupsi Sinabung,” tegas Astrayuda sembari mendesak BWSS Sumut I segera turun tangan melakukan pengerukan atau normalisasi arus sungai.

Selain itu, Astrayuda juga mendesak Pemkab Karo untuk memperhatikan kondisi jalur evakuasi erupsi Gunung Sinabung, agar lebih mudah memobilisasi massa, jika sewaktu-waktu akan terjadi erupsi yang lebih dyahsat lagi, sangat berbahaya bagi keamanan masyarakat. “Perbaikan jalur evakuasi ini sangat dibutuhkan segera, demi kenyamanan dan kenyamanan warga masyarakat  pengungsi. (A03/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru