Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 09 Juni 2026
OJK dan BPTN Luncurkan, Program “Laku Pandai” di Deliserdang

Masyarakat Lebih Mudah Mengakses Bank Hanya Melalui Ponsel

- Selasa, 31 Maret 2015 20:09 WIB
759 view
Masyarakat Lebih Mudah Mengakses Bank Hanya Melalui Ponsel
SIB/Dok
Gubsu H Gatot Pujo Nugroho ST MSi, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Darmansyah Hadad, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Nelson Tampubolon, Wagubsu Ir H Tengku Erry Nuradi MSi, anggota DPR-RI Gus Irawan Pasaribu, Anggota DPD-RI Dedi Iskandar. Ba
Deliserdang (SIB)- Program "Laku Pandai", sebuah layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif diharapkan dapat terus disosialisasikan di tengah-tengah masyarakat.

Hal ini disampaikan Gubsu Gatot Pujo Nugroho saat peluncuran program "Laku Pandai" yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerjasama dengan  PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) di Lapangan PSKS Jalan Pantai Labu Desa Emplasmen Kecamatan Beringin Kabupaten Deliserdang, Senin (30/3).

Hadir Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Darmansyah Hadad, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Nelson Tampubolon, Wagubsu Ir H Tengku Erry Nuradi MSi, anggota DPR-RI Gus Irawan Pasaribu, anggota DPD-RI Dedi Iskandar. Batubara, Ketua Komisi C DPRD Sumut, Wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars, Komisaris Utama Bank BTPN Dorodjatun Kuntjoro Jakti dan Wakil Direktur Utama Bank BTPN Ongki W Dana.

Gubsu berharap acara itu bisa disosialisasikan dengan baik agar masyarakat Kecamatan Beringin khususnya dan Provinsi Sumut umumnya, bisa mengerti bahwa sekarang banyak perbankan yang bisa diakses hanya dengan peralatan Handphone.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Darmansyah Hadad, mengatakan program "Laku Pandai" merupakan program keuangan inklusif agar masyarakat Indonesia mengenal pengetahuan dasar pengelolaan keuangan melalui pemanfaatan produk dan layanan perbankan. "Melalui program ini diharapkan akan semakin mendorong masyarakat untuk terbiasa dalam pengelolaan keuangan," katanya.

Dikatakannya, melalui program tersebut bank dapat melayani nasabah tanpa harus membuat kantor cabang, melainkan hanya mengandalkan agen-agen yang direktur dari berbagai pihak, yang bukan pegawai bank tersebut.

Artinya, semakin banyak agen, maka akan semakin baik bagi bank itu sendiri dalam menjangkau masyarakat dan penetrasi jasa keuangan kepada masyarakat jangkauannya juga akan semakin luas. "Ini akan menjawab bahwa selama ini masih sedikit masyarakat yang tersentuh oleh layanan bank, terutama masyarakat di pedesaan. Tahun ini kami menargetkan ada 50 ribu agen di seuruh Indonesia melalui empat bank yang sudah bekerjasama yakni Bank Mandiri, BTPN, BCA dan BRI," katanya.

Dalam kesempatan itu dia juga meminta kepada pihak bank, agar terus melakukan pembinaan kepada para agennya karena mereka adalah perwakilan di tengah-tengah masyarakat, meski kedudukannya bukan karyawan bank.

Sehingga dengan memiliki agen yang berpengetahuan akan menjadi andalan dan juga menjadi "garis depan" untuk menjaga reputasi bank itu sendiri.

Agar program tersebut dapat semakin dikenal luas oleh masyarakat, dirinya meminta pemerintah daerah mulai dari tingkat paling rendah, yakni lurah dan kepala desa agar turut membantu menyosialisasikannya.

"Siapa saja bisa jadi agen, apakah pensiunan, pemilik warung, toko, koperasi. Kalau ini berjalan dengan baik, maka saya yakin penetrasi keuangan akan sampai jauh ke tengah masyarakat. Masyarakat bisa menabung dan bisa pinjam uang tanpa urusan yang ribet," katanya.

Wakil Direktur Utama BTPN, Ongki W Dana menyampaikan PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) fokus menggarap pasar masyarakat berpenghasilan rendah serta pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah melalui Program "BTPN WOW".

Dengan hadirnya BTPN Wow, kini masyarakat bisa menikmati berbagai layanan perbankan seperti pembukaan rekening, tarik dan setor uang melalui agen bank dengan biaya yang sangat murah, transfer dana, serta melakukan pembayaran atau pembelian.

Teknologi yang digunakan juga disesuaikan dengan target nasabah yakni menggunakan USSD atau Unstructured Supplementary Service data.

Dengan teknologi tersebut akan memungkinkan segala jenis telepon genggam GSM dapat dipergunakan untuk bertransaksi, bahkan dengan sinyal minimum sekalipun dan seluruh transaksi dapat dilakukan cukup dengan menekan *247#.

"Saat ini BTPN bekerjasama dengan tiga operator seluler terbesar di Indonesia yakni Telkomsel, Indosat dan XL. Semua pihak memiliki komitmen yang sama untuk memberikan layanan terbaik dan terjangkau guna mendukung terwujudnya inklusi keuangan di Indonesia," katanya.

Menurut dia, target nasabah BTPN WOW adalah masyarakat yang belum memiliki rekening bank, tetapi sudah terbiasa menggunakan terbiasa menggunakan telepon seluler serta mengisi pulsa,  yang artinya dalam bertransaksi menggunakan ponsel bukanlah hal yang rumit bagi mereka. (A14/q)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru