Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 09 Juni 2026
Kunjungi Makoyonif 126/KC Kisaran, KASAD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo :

Ketahanan Pangan Harus Diwujudkan, Bila Perlu dengan Cara Revolusi

- Jumat, 03 April 2015 00:18 WIB
838 view
Ketahanan Pangan Harus Diwujudkan, Bila Perlu dengan Cara Revolusi
SIB/Yasir Ul Haque
BERKUNJUNG : Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi isteri dan Pangdam I/BB Mayjen TNI Edy Rahmayadi berkunjung ke Makoyonif 126 Kala Cakti Bunut, Kisaran, Kabupaten Asahan, Rabu (1/4).
Kisaran (SIB)- Ketahanan Pangan merupakan konsep bangsa Indonesia sejak era Pemerintahan Presiden Soekarno. Bahkan, saat meletakkan batu pertama Fakultas Pertanian Universitas Indonesia pada 27 April 1952, tokoh proklamator tersebut menegaskan, hidup matinya suatu bangsa tergantung pada ketahanan pangan.

Demikian Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan konsep ketahanan pangan kepada wartawan saat melakukan kunjungan ke Makoyonif 126 Kala Cakti Bunut, Kisaran, Kabupaten Asahan, Rabu (1/4) sore.

Karenanya, ditegaskan KASAD, ketahanan pangan harus diwujudkan, sekalipun harus dengan melakukan revolusi. “Bung Karno sudah mengatakan, bahwa hidup matinya suatu bangsa itu tergantung pada ketahanan pangan. Jadi harus mewujudkan ketahanan pangan, bila perlu dengan cara revolusi,” ujar KASAD.
Apalagi menurutnya, pada Desember 2014 lalu Presiden RI Joko Widodo memerintahkan KASAD (dirinya-red) untuk membantu Kementerian Pertanian sebagai pendampingan, agar swasembada pangan terwujud dalam tiga tahun. “Makanya kita selalu bersama masyarakat dan semua komponen bangsa, untuk bagaimana petani itu bisa bercocok tanam, bisa panen hasilnya bagus, sehingga ingin terus-menerus bertani dan mendapatkan hasil yang baik. Apabila ini semua sudah ada, ditambah lagi hasilnya perhektar bisa meningkat lebih banyak lagi, pasti ketahanan pangan bisa terwujud. Hidup matinya bangsa tergantung kepada pangan,” tegas KASAD.

Ditanya tentang maksud kunjungan, KASAD menjelaskan dirinya ingin mengecek markas Bataliyon 126/KC, karena selama ini tanah ditempati bukan milik TNI AD. “Markas ini punya perkebunan. Sehingga pembangunan yang harusnya mendapat dukungan pemerintah tidak bisa dilakukan. Sehingga saya mencari apa kira-kira permasalahannya dan apa yang bisa kita pindahkan, agar bataliyon ini mempunyai tanah sendiri dan pembangunan bisa berjalan,” terangnya.

Selain itu dirinya juga ingin berbagi pengalaman dengan prajurit. “Saya mengecek program yang saya terapkan kepada seluruh prajurit angkatan darat. Seluruh prajurit angkatan darat harus memiliki dua kemampuan, yaitu bela diri militer harus ban hitam, kemudian menembak harus mahir pratama. Ada beberapa evaluasi yang saya sampaikan kepada mereka, saya beri kesempatan satu bulan lagi untuk memperbaiki. Saya ingin mengetahui bagaimana wajah mereka, semangat mereka, sehingga saya punya keyakinan satuan ini siap melaksanakan tugas apapun juga ke depan,” ungkap KASAD.

Dalam kunjungan itu, selain isteri, KASAD juga didampingi sejumlah perwira tinggi TNI AD termasuk Pangdam I/BB Mayjen TNI Edy Rahmayadi. Sampai menggunakan dua unit helikopter TNI AD dan mendarat di Makoyonif 126/KC, pimpinan tertinggi TNI AD itu disambut Danyonif 126/KC Letkol Inf Enjang, Dandim 0208 Asahan Letkol Inf Ayub Akbar, Bupati Asahan Drs H Taufan Gama Simatupang MAP dan para kepala daerah tetangga. (D01/f)


SHARE:
komentar
beritaTerbaru