Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 09 Juni 2026

PW IDI Sumut Minta Realisasikan Tuntutan IDI Nisel

- Jumat, 03 April 2015 15:11 WIB
678 view
PW IDI Sumut Minta Realisasikan Tuntutan IDI Nisel
Medan (SIB)- Pengurus wilayah IDI Sumut menyesalkan belum dibayarkannya jasa pelayanan BPJS 2014 dan insentif daerah (Insenda) para dokter di Nisel sehingga para dokter menyampaikan permasalahan tersebut pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Nias Selatan , 23 Maret 2015 .

Demikian dikatakan Ketua Umum IDI Sumut, dr Suhelmi SpB didampingi Sekum dr Khairani Sukatendel SpOG, dr Amiruddin SpP. (Ketua Bidang Organisasi),dr Edy Ardiansyah SpOG (K) (Wakil Ketua),dr Rizky Ardiansyah SpA(K). (Ketua BP2KB), dr Rachmat Suhita SpPD (anggota BP2KB) dan Pera. Laila Sitorus (Sekretaris Eksekutif IDI Sumut) di Medan, Selasa (31/3).

Dengan adanya keluhan anggota  di sana, terkait hak-hak yang seharusnya diperoleh dokter umum maupun spesialis berupa tunjangan insentif daerah maupun jasa pelayanan BPJS, IDI Sumut mengirimkan utusan bersama pengurus IDI cabang Nias  pada RDP di DPRD Nias Selatan, tapi malah mendapat perlakuan yang kurang baik dari oknum Kepala Dinas Kesehatan Nisel, ujar dr Suhelmi.

Untuk itu , IDI cabang Nias dan IDI wilayah Sumut meminta agar oknum Kepala Dinas Kesehatan Nias Selatan meminta maaf kepada para dokter di Nisel.

PW IDI Sumut meminta agar oknum Kepala Dinas Kesehatan Nias Selatan merealisasikan tuntutan IDI Nias Selatan dalam waktu sepekan. Bila nantinya tuntutan IDI tidak menjadi perhatian Pemkab Nias Selatan maka IDI akan menempuh jalur hukum, ujarnya.

Namun demikian PW IDI Sumut menghimbau seluruh anggota IDI yang bertugas di Nias Selatan untuk tetap bekerja melayani masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Nias Selatan Murniati Dachi SKM,MKes,MM yang dikonfirmasi SIB,membantah melakukan perlakuan yang kurang baik terhadap dokter yang bertugas di Nias Selatan.Namun ia mengakui belum membayarkan insentif daerah karena adanya rekomendasi dari BPK. Sedangkan tentang belum adanya pembayaran jasa pelayanan BPJS 2014 karena juknis belum jelas. "Saya saja belum tau bentuk uang klaim dari BPJS, apa uang berupa dolar atau apa? Malah saya sudah  dituduh makan uang tersebut", jelas Murniati Dachi dan berharap para dokter sebaiknya mempertanyakan langsung padanya.(A05/c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru