Minggu, 23 Juni 2024 WIB

DPRD SU Minta Menteri ATR/BPN Segera "Turun Gunung" ke Sumut "Gebuk" Mafia Tanah

Redaksi - Rabu, 20 Maret 2024 16:48 WIB
275 view
DPRD SU Minta Menteri ATR/BPN Segera "Turun Gunung" ke Sumut "Gebuk" Mafia Tanah
Foto Dok/Firdaus
Salmon Sumihar Sagala. 
Medan (harianSIB.com)
Anggota Komisi A DPRD Sumut Salmon Sumihar Sagala meminta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, untuk segera "turun gunung" ke Sumut, menggebuk mafia tanah, karena daerah ini disebut-sebut "gudangnya" para mafia tanah.

"Sumut ini terkenal dengan gudangnya mafia tanah, sehingga hampir di sejumlah daerah marak terjadi kasus tanah, sehingga sangat diperlukan perhatian khusus dari Menteri ATR/BPN untuk menuntaskannya," tandas Salmon Sumihar Sagala kepada wartawan, Rabu (20/3/2024) ketika dihubungi melalui telepon di Medan.

Menurut Sumihar, kasus tanah yang melibatkan mafia tanah ini tidak hanya kasus perampasan tanah-tanah rakyat maupun perusahaan. Tapi persoalan lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN II seluas 5.873, 068 hektare yang tersebar di berbagai wilayah, hingga kini masih penuh misteri alias belum ada "ujung pangkalnya".

"Sudah 7 kali ganti Gubernur Sumut (mulai dari zaman Gubernur Raja Inal Siregar, HT Rizal Nurdin, Drs Rudolf Pardede, H Syamsul Arifin SE, H Gatot Pujonugroho, HT Erry Nuradi, H Edy Rahmayadi hingga Pj Gubernur Hassanudin), kasus tanah eks HGU tersebut belum juga tuntas," terang Sumihar.

Begitu juga Menteri BUMN, tambah politisi PDI Perjuangan ini, sudah beberapa kali ganti, dan setiap ada pelantikan menteri baru oleh Presiden Jokowi, selalu menyatakan komitmennya akan membersihkan mafia tanah di seluruh instansi Badan Pertanahan Nasional (BPN) di seluruh wilayah Indonesia.

"Melihat fakta tersebut, masyarakat sudah putus asa, karena mafia tanah kelihatannya sangat kebal hukum. Tapi setelah Menteri ATR/BPN AHY "unjuk gigi" melakukan operasi pemberantasan mafia tanah, ternyata berhasil memproses 86 target, sehingga uang negara terselamatkan Rp11 triliun, semangat rakyat korban mafia tanah kembali bangkit," ujarnya.

Keberhasilan tersebut, tambah anggota dewan Dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat ini, tidak terlepas dari sinergi ATR/BPN dan Satgas-Anti Mafia Tanah, bersama dengan aparat penegak hukum (APH) seperti Kejaksaan Agung dan Kepolisian Republik Indonesia, sehingga masyarakat Sumut sangat berharap agar Menteri ATR/BPN AHY segera menerapkan sinergitas itu di Sumut.

Ditambahkan mantan anggota DPRD Karo ini, pemberantasan mafia tanah ini merupakan agenda yang sangat penting karena mafia tanah tak hanya memberikan dampak negatif kepada masyarakat, namun juga merugikan negara dan banyak tanah rakyat tidak lagi memiliki kepastian hukum.

Penegasan itu disampaikan Salmon Sumihar Sagala menanggapi berita SIB, Rabu (20/3) terkait adanya pertemuan Menteri ATR/BPN dengan Mendagri Tito Karnavian, Senin (18/3/2024), sebagai wujud sinergitas mensukseskan program di Kementerian ATR, termasuk soal memberantas mafia tanah.(**).


Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
DPRD SU Prihatin Jalan Provinsi Menuju Objek Wisata Danau Toba Tigaras Simalungun Hancur-lebur
BBPJN Sumut Didesak Perbaiki Jalan Nasional Medan-Kutacane Km 156 "Hancur-lebur"
Menteri ATR AHY Bertemu Mendagri, Komitmen Gebuk Mafia Tanah
DPRD Desak Pemprov Sumut “Rebut” Anggaran IJD TA 2024 Digelontorkan Rp15 Triliun
DPRD SU Desak Dinas PUPR Perbaiki Ulang Jalan Provinsi di Pakpak Bharat
DPRD SU Minta Pemprov Sumut Manfaatkan Lahan Tidur Seluas 300 Ha di Desa Garingging Karo
komentar
beritaTerbaru