Warung RM Ayam Penyet dan Pakaian Serba 35.000 Terbakar di Tanjungmorawa
Tanjungmorawa(harianSIB.com)Dua unit warung yang digunakan untuk usaha Rumah Makan (RM) ayam penyet dan menjual pakaian serba Rp 35.000 terb
Anaknya babak belur karena dianggap terlibat dalam pembacokan Prada Defliadi di rumahnya, Jalan Orde Baru, Kota Medan. Edward menjelaskan, kejadian itu berlangsung pada Minggu (4/8/2024) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kala itu, ia sedang berada di rumah ibunya. Sementara, Doli tinggal bersama istrinya di Jalan Orde Baru. "Jadi mamanya datang nangis-nangis, katanya Doli diculik oleh segerombolan orang tak dikenal," kata Edward saat diwawancarai di kediamannya, di Jalan Danau Jempang, pada Rabu (7/8/2024) dikutip dari kompas.com
Dia pun bergegas dan mendapati Doli sudah tidak ada di lokasi. Kabar yang didapatinya dari sang istri, ada sekitar 20 pria berpakaian hitam dengan mengendarai 5 mobil mendatangi kediaman Doli.
Para pria ini mendobrak pintu besi rumah dan memaksa masuk. Doli yang berada di lantai 3 dipukuli. Barang-barang di kamar Doli diobrak-abrik.
Menurutnya, aksi para pria itu seperti perampok. "Naiklah orang ini ke lantai 3, dihantamilah (si Doli) di situ. Hancur laptop, HP, dan ada tabungannya sekitar Rp 40 juta habis," ucap Edward. "Jadi kayak perampokan. Uang itu setoran ke atasan untuk parkir. Dari lantai 3 sampai bawah itu darah semua," sambungnya. Baca berita tanpa iklan.
Edward mulai mencari tahu keberadaan Doli. Dijumpainya beberapa orang. Sempat didapatnya kabar Doli dibawa oknum Brimob. Namun, informasi itu tidak benar. Sampai akhirnya, sekitar pukul 00.00 WIB, diketahui Doli berada di Rumah Sakit Bhayangkara, Medan. Di sana ia melihat Doli terkapar di atas tempat tidur dalam kondisi tidak sadarkan diri.
"Saya pikir sudah engga ada lagilah anak saya. Sudah kayak mayat, babak belur di muka, kepala, badan. Sudah komalah. Nangis-nangislah kami semua," ungkapnya.
Doli pun dibawa ke Polrestabes Medan pada Selasa (6/8/2024) malam untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Edward mengaku mendapat beberapa informasi dari teman Doli serta pengakuan dari Doli terkait apa yang terjadi sebelumnya.
"Ributlah di diskotek itu. Dia (Doli) waktu membayar bill sudah ribut. Kawannya yang ribut sama TNI ini. Jadi karena dia ketua di situ, dialah dikenal orang. Kena pukullah dia pakai kursi dan jatuh. Dibawalah dia pulang.
Sementara kawannya yang lain main terus," sebutnya.
"Doli ngakunya berantem sama prajurit TNI marga Sirait, bukan si Prada Defliadi itu. Waktu itu Doli gak tahu mereka TNI karena tidak berpakaian dinas. Yang lainlah yang menghajar TNI itu (Prada Defliadi) di Sekip, bukan Doli. Si Doli tidak tahu soal pembacokan itu," tambahnya.
Ia menuturkan, dalam keadaan mabuk, Doli dibawa ke kediamannya di Jalan Orde Baru. Sedangkan kawannya lanjut berkelahi dengan prajurit TNI. Dari sana Edward mengetahui akhirnya yang membawa Doli dari rumah ialah prajurit TNI.
Edward mengatakan telah melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Medan. Pihaknya berharap hukum ditegakkan dengan adil. Sebab penganiayaan tersebut tidak dibenarkan.
"Kalau pun ada salah, kan gak boleh begitu caranya. Sampai rumah diobrak-abrik. Saya terima hukum itu. Tapi caranya itu yang saya gak suka. Dihajar (Doli) di depan wajah mamanya," ujarnya.
Kepala Penerangan Kodam I/BB Kolonel Rico Siagian mengatakan, prajurit TNI mendatangi rumah Doli usai mendapati Prada Defliadi terluka parah. Pihaknya mengamankan Doli dari lantai 3.
"Saat dijemput yang bersangkutan (Doli) bersembunyi di lantai 3 rumahnya dan melakukan perlawanan saat mau diamankan. Mau ambil pistol air softgun," bebernya.
Sebelumnya diberitakan, Kapolrestabes Medan Kombes Teddy John Sahala Marbun mengatakan, ada 5 orang yang ditetapkan menjadi tersangka kasus penganiayaan Prada Defliadi, anggota Yonif 100/PS.
Tersangka yang diamankan ada dua orang, yakni Ketua Ikatan Pemuda Karya (IPK) Ranting Sekip berinisial DHM (34) atau Doli dan anggotanya, RDS (45). Sementara tiga tersangka lainnya, TT, MJS, dan MIR masih diburu.
"Untuk motif masih didalami," kata Teddy saat diwawancarai di Polrestabes Medan pada Selasa (6/8/2024) malam. (*)
Tanjungmorawa(harianSIB.com)Dua unit warung yang digunakan untuk usaha Rumah Makan (RM) ayam penyet dan menjual pakaian serba Rp 35.000 terb
Sibolga(harianSIB.com)Ahmad Sumadi (20), seorang mahasiswa yang berjualan roti di Jalan Suprapto, Kota Sibolga ditipu sama pembelinya, Jumat
Simalungun(harianSIB.com)Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Simalungun melaksanakan Patroli Sabuk Kamtibmas sebagai upaya menciptakan lin
Medan(harianSIB.com)Kajati Sumut Muhibuddin, SH MH menerima kunjungan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut Agus Arifin, S Sos didampingi
Simalungun(harianSIB.com)Personel Unit Reskrim Polsek Bosar Maligas berhasil mengungkap kasus pencurian kabel tembaga milik PT Basic Interna
Sibuhuan(harianSIB.com)DPRD Kabupaten Padang Lawas (Palas) menetapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD T
Medan(harianSIB.com)Aliansi Keadilan Darma Agung (AKDA) mendatangi DPRD Sumatera Utara di Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (22/6/2026), untuk
Pematangsiantar(harianSIB.com)Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Sitinjak mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sema
Jakarta(harianSIB.com)Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartanto mengumumkan stimulus ekonomi yang akan
Padang Lawas(harianSIB.com)Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Padang Lawas menggerebek sebuah rumah yang diduga menjadi tempat peny
Medan(harianSIB.com)Fakta baru terungkap dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan Papan Tulis Interaktif (PTI) atau Smartboard
Jakarta(harianSIB.com)Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel) menyatakan alasan pihaknya tak menahan tersangka kasus dugaan fitnah