Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 19 Mei 2026

Salmon Sumihar Sagala: Alarm Keras bagi Negara Bahaya Narkoba Sudah Masuk Dapur Rumah Tangga

* IRT Dijadikan Tameng
Firdaus Peranginangin - Sabtu, 31 Januari 2026 14:58 WIB
981 view
Salmon Sumihar Sagala: Alarm Keras bagi Negara Bahaya Narkoba Sudah Masuk Dapur Rumah Tangga
Foto harian SIB.com/Firdaus
Salmon Sumihar Sagala SE.

Medan(harianSIB.com)

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Salmon Sumihar Sagala SE mengatakan, terbongkarnya jaringan peredaran narkoba yang melibatkan empat ibu rumah tangga (IRT) di Desa Tandam Hilir Satu, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, menjadi tamparan keras bagi semua pihak.

"Kasus ini menunjukkan bahwa ancaman narkoba di Sumut sudah memasuki fase paling berbahaya.

Ini bukan lagi sekadar kejahatan jalanan. Kalau ibu rumah tangga sudah dijadikan alat peredaran narkoba, maka yang sedang diserang bukan hanya hukum, tapi masa depan anak-anak bangsa," ujar Salmon Sumihar Sagala kepada wartawan, Sabtu (31/1) melalui telepon di Medan.

Menurut anggota dewan Dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat ini, isu sosial yang mengancam perlindungan generasi muda itu, jika IRT sudah terlibat dalam jaringan narkoba, telah menunjukkan dua hal serius sekaligus, yakni masifnya penetrasi jaringan narkoba hingga ke ruang paling privat masyarakat, serta lemahnya benteng sosial dan ekonomi keluarga.

Baca Juga:
"Rumah tangga seharusnya menjadi benteng terakhir pembinaan moral dan karakter anak. Tapi kalau dapur rumah tangga sudah dijadikan tempat transaksi narkoba, lalu kepada siapa lagi anak-anak belajar nilai hidup yang benar?" tegasnya.

Salmon menilai jaringan narkoba kini tidak lagi memilih pelaku berdasarkan latar kriminal semata, tetapi secara sadar menyasar kelompok yang dianggap 'tidak mencurigakan', termasuk ibu rumah tangga. Hal ini membuat pengawasan menjadi semakin sulit dan berbahaya.

"Ini strategi licik mafia narkoba. IRT dijadikan tameng, seolah aman dan tidak terdeteksi. Tapi dampaknya jauh lebih merusak, karena anak-anak yang setiap hari melihat ibunya akan tumbuh dalam lingkungan yang salah," kata Salmon sembari mengapresiasi langkah cepat Satres Narkoba Polres Binjai yang berhasil membongkar jaringan tersebut.

"Penangkapan ini patut diapresiasi, tapi jangan berhenti di hilir. Negara harus masuk ke hulu persoalan, yakni kemiskinan, ketidakberdayaan ekonomi, lemahnya edukasi keluarga, dan kurangnya pendampingan terhadap perempuan," ujar Salmon.

Anggota Komisi B ini juga mendorong Pemprov Sumut bersama pemerintah kabupaten/kota untuk memperkuat program ketahanan keluarga, edukasi bahaya narkoba berbasis komunitas, serta pemberdayaan ekonomi perempuan agar tidak mudah direkrut jaringan gelap. Jika abai hari ini, jangan salahkan siapa pun jika 10–15 tahun ke depan anak bangsa akan kehilangan satu generasi tumbuh di tengah normalisasi narkoba.

Menutup pernyataannya, Salmon Sumihar Sagala mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak lagi menganggap narkoba sebagai persoalan aparat semata. Tapi harus melakukan perang bersama, baik negara, keluarga, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat harus berdiri di barisan yang sama. Karena ketika ibu rumah tangga sudah terseret narkoba, itu pertanda bahaya sudah berada di dalam rumah.(*).

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
KPK Terima Pengembalian Rp8 Miliar dari Suap Anggota DPRD Sumut
Diduga Lapak Peredaran Narkoba, Polisi Razia Warung di Perumnas Helvetia
Masyarakat Pertanyakan Legalitas Pemasangan Jaringan Internet di Saribudolok
Anggota DPRD Sumut Muhri Fauzi Hafis Minta Drainase Jalan Sukarno-Hatta Binjai Timur Diperbaiki
4 Tersangka Suap Anggota DPRD Sumut Menyusul Segera Disidang
2019, Seluruh Kota dan Kabupaten Terhubung Jaringan Serat Optik
komentar
beritaTerbaru