Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 12 Mei 2026

Yasonna: Ada yang Langgar Keputusan DPP soal Pengurus PDIP Medan

Horas Pasaribu - Selasa, 17 Maret 2026 07:00 WIB
3.087 view
Yasonna: Ada yang Langgar Keputusan DPP soal Pengurus PDIP Medan
Foto: harianSIB.com/Dok
Yasonna H Laoly dan Hasyim

Medan(harianSIB.com)

Konferensi Cabang (Konfercab) DPC PDI Perjuangan Kota Medan memunculkan polemik setelah jabatan sekretaris dan bendahara berubah dari yang tercantum dalam SK DPP. Posisi yang sebelumnya disebutkan untuk Robi Barus dan David Roni Ganda Sinaga, justru diisi Boydo HK Panjaitan sebagai sekretaris dan Ustadz Fuad Akbar sebagai bendahara.

Perubahan tersebut terjadi setelah Konfercab lanjutan yang digelar di Kantor DPD PDIP Sumut, Jalan Jamin Ginting, Medan, Jumat (9/1/2026), yang dipimpin Ketua DPD PDIP Sumut Rapidin Simbolon. Konfercab itu merupakan lanjutan dari agenda yang sebelumnya berlangsung di Samosir pada 12–14 Desember 2025 namun berakhir deadlock.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP PDIP Yasonna H Laoly menilai ada pihak-pihak yang mengangkangi keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai.

"Konfercab DPC PDIP Medan sudah ada. Tapi ada pihak-pihak yang berbuat suka-suka terhadap keputusan DPP," kata Yasonna kepada wartawan di Medan, Senin (16/3/2026).

Baca Juga:
Anggota DPR RI tersebut mengaku kecewa karena penetapan sekretaris dan bendahara DPC PDIP Medan dinilai tidak sesuai dengan SK yang telah diterbitkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Kepengurusan mereka putuskan sesuka-suka mereka. Bahkan mengangkangi keputusan DPP. Itu orang sombong angkuh, dan dia pikir partai ini milik dia sendiri," ujarnya.

Mantan Menteri Hukum dan HAM itu menegaskan bahwa PDIP memiliki mekanisme organisasi yang harus dipatuhi oleh seluruh kader.

"Di PDIP ada mekanismenya. Bukan melakukan sesuatu dengan suka-suka. Kita ingin konsolidasi partai yang baik, merangkul banyak pihak, bukan satu kelompok saja," katanya.

Ia juga menilai langkah tersebut berpotensi menjadi bentuk pembangkangan terhadap keputusan partai.

"Bisa saja kasak-kusuk mereka berhasil dengan kampanye negatif kepada saingannya. Tapi di kalangan mayoritas DPP ini adalah pembangkangan. Kita lihat saja bagaimana nantinya," ucap Yasonna.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Kota Medan Hasyim SE membantah tudingan bahwa keputusan tersebut merupakan bentuk arogansi atau pelanggaran terhadap keputusan DPP.

Menurutnya, pihak yang menyampaikan tudingan tersebut tidak mengikuti jalannya Konfercab sehingga tidak memahami proses yang terjadi.

Hasyim menjelaskan bahwa Konfercab PDIP di Samosir sebelumnya mengalami kebuntuan sehingga keputusan diserahkan kepada DPP. Dalam SK awal, dirinya memang ditetapkan sebagai ketua dengan dua orang pendamping yakni Robi Barus dan David Roni Ganda Sinaga.

Namun, kata Hasyim, dalam SK tersebut tidak disebutkan bahwa keduanya harus menjabat sebagai sekretaris dan bendahara.

"Sesuai Peraturan Partai Nomor 1, ketua berhak memilih calon sekretaris dan bendahara yang dapat bekerja sama dengan ketua DPC," jelas mantan Ketua DPRD Medan itu.

Ia mengatakan sempat menawarkan posisi Wakil Ketua dan Wakil Bendahara kepada kedua nama tersebut, namun tidak disepakati.

Konfercab kemudian dilanjutkan pada Januari 2026 di Kantor DPD PDIP Sumut dan menghasilkan SK baru yang ditandatangani Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Dalam SK tersebut ditetapkan Hasyim sebagai ketua dengan pendamping calon pengurus Boydo HK Panjaitan dan Ustadz Fuad Akbar. Selanjutnya, rapat pleno yang dipimpin Rapidin Simbolon bersama PAC yang memperoleh suara terbanyak pada Pileg 2024 menetapkan Boydo HK Panjaitan sebagai sekretaris dan Ustadz Fuad Akbar sebagai bendahara.

"Tuduhan mengatakan kami arogan dan sombong tidak benar. Begitulah mekanismenya, tidak ada keputusan DPP yang kami langgar," ujar Hasyim. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Diperiksa 2 Jam Lebih, Menkumham Yasonna Laoly Mengaku Tidak Mengenal Keponakan Setnov
Ketua DPC PDIP Medan Minta Pemko dan Perum Perumnas Selesaikan Persoalan Pemindahan Rumah Ibadah di Komplek Asia Mega Mas
PDIP Medan Berbagi Kasih dan Tali Asih di Kwala Bekala
KPK Dituduh Hilangkan Nama Ganjar dan Yasonna Laoly di Surat Dakwaan e-KTP
Ketua PW Muhammadiyah Sumut Hasyimsyah Nasution : Pilih Pemimpin yang Kuat dan Amanah
Pengurus PDIP Medan Mendaftar ke KPU
komentar
beritaTerbaru