Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 23 April 2026

RSU Muhammadiyah Medan Paparkan Penanganan Pasien Mimi Maisyarah

Leo Bastari Bukit - Kamis, 23 April 2026 06:00 WIB
171 view
RSU Muhammadiyah Medan Paparkan Penanganan Pasien Mimi Maisyarah
harianSIB.com/dok
RSU Muhammadiyah Medan saat memberikan keterangan pers terkait penanganan pasien Mimi Maisyarah.

Medan(harianSIB.com)

Pihak RSU Muhammadiyah Medan memaparkan kronologis penanganan pasien Mimi Maisyarah (48), mulai dari proses diagnosis hingga tindakan operasi yang dilakukan tim medis. Manajemen rumah sakit menegaskan seluruh tindakan telah melalui prosedur, termasuk edukasi kepada pasien dan persetujuan keluarga.

Kepala Bagian Umum dan SDM RSU Muhammadiyah Medan, Ibrahim Nainggolan, menjelaskan pasien pertama kali datang pada Januari 2026 dengan keluhan yang mengarah pada miom.

"Setelah pemeriksaan menyeluruh, dokter menyimpulkan kondisi pasien adalah miom dengan tingkat tertentu yang memerlukan tindakan operasi, termasuk kemungkinan pengangkatan rahim," ujarnya kepada wartawan, Rabu (22/4/2026) malam.

Menurut Ibrahim, pada kunjungan awal tersebut pasien dan keluarga belum bersedia menjalani operasi. Mereka memilih pulang untuk berdiskusi lebih lanjut.

Baca Juga:
Sekitar satu bulan kemudian, pasien kembali ke rumah sakit dengan kondisi yang disebut memburuk. Setelah pemeriksaan ulang dan penjelasan lanjutan dari tim medis, keluarga akhirnya menyetujui tindakan operasi.

"Persetujuan tindakan medis ditandatangani oleh pihak keluarga setelah melalui pertimbangan. Operasi kemudian dijadwalkan pada Februari," katanya.

Ia menegaskan keputusan medis tidak dilakukan mendadak, melainkan melalui proses cukup panjang agar keluarga memahami kondisi pasien beserta risiko tindakan yang akan diambil.

Menanggapi isu kurangnya edukasi kepada pasien, pihak rumah sakit membantah tudingan tersebut. Manajemen menyebut informasi terkait miom dan kemungkinan dampaknya terhadap rahim telah disampaikan sejak awal.

Selain itu, rumah sakit juga mengungkap sempat terjadi penolakan tindakan medis saat pasien kembali dibawa ke rumah sakit dalam kondisi membutuhkan penanganan segera.

"Kami sudah menyiapkan penanganan di UGD, tetapi keluarga menolak, sehingga pasien dibawa pulang," ujar Ibrahim.

Pihak rumah sakit menyatakan telah membuka ruang komunikasi dengan keluarga pasien, termasuk melalui pertemuan yang melibatkan kuasa hukum dan aparat kepolisian.

Terkait somasi dari keluarga pasien, manajemen menyebut masih mempelajari isi dan substansinya sebelum memberikan tanggapan resmi.

"Yang utama bagi kami adalah memastikan kondisi pasien. Untuk somasi, kami akan pelajari terlebih dahulu sebelum memberikan jawaban," tegasnya.

Dalam hal rujukan, rumah sakit mengaku telah menyarankan pasien dirujuk ke RS Murni Teguh dan RSUP H. Adam Malik. Namun keluarga disebut memilih dirujuk ke RSU Haji Medan dengan pertimbangan jarak.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Sumatera Utara telah menurunkan tim untuk melakukan monitoring dan evaluasi terkait dugaan malpraktik. Langkah serupa juga dilakukan bersama Dinas Kesehatan Kota Medan serta organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam proses penelusuran lebih lanjut oleh pihak terkait.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Tersangka Bakar Diri dan Pacar Dirujuk ke RS Adam Malik
Pasien dan Pengunjung Kecewa Berat, Mesin Cuci Darah di RS Adam Malik Seminggu Rusak
Direktur RS Adam Malik Pimpin Sertijab 11 Pejabat Administrasi
Pasien UGD Terganggu, Warkop di Depan RS Elisabeth Segera Ditertibkan
Usai Peringati HUT ke-73 RI, RS Adam Malik akan Sambut u2018Pestau2019 Akreditasi JCI
Dirjen Yankes Kemenkes RI Periksa Kesiapan RS Adam Malik
komentar
beritaTerbaru