Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 05 Agustus 2026

Jelang HUT ke-81 RI, Pedagang Bendera di Medan Keluhkan Sepinya Pembeli

Indah Apriliana dewi Ginting - Selasa, 04 Agustus 2026 20:21 WIB
337 view
Jelang HUT ke-81 RI, Pedagang Bendera di Medan Keluhkan Sepinya Pembeli
Foto: harianSIB.com/Ind
Pedagang bendera musiman di kawasan Taman Makam Pahlawan Jalan Sisingamangaraja Medan, sudah mulai menata dagangannya, Selasa (4/8/2026).

‎Medan(harianSIB.com)

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, lapak-lapak penjual bendera musiman mulai bermunculan di kawasan Makam Pahlawan, Jalan Sisingamangaraja, Medan. Namun, hingga Selasa (4/8/2026), aktivitas jual beli masih terpantau sepi.

Berbagai jenis Bendera Merah Putih, umbul-umbul, hingga aneka dekorasi kemerdekaan telah dijajakan sejak awal Agustus. Meski sesekali ada pengendara yang berhenti untuk melihat-lihat atau menanyakan harga, jumlah pembeli dinilai belum mampu mendongkrak penjualan.

Salah seorang pedagang, Hendra, mengaku sempat enggan kembali berjualan tahun ini. Pengalaman pahit akibat penjualan yang merosot tajam pada tahun lalu membuatnya kehilangan semangat. Namun, dukungan dari rekannya yang bersedia memasok barang dagangan dengan sistem bagi hasil membuat Hendra akhirnya kembali membuka lapak.

"Sempat enggak niat jualan bendera lagi karena tahun lalu benar-benar sepi, omzet kami terjun payung. Tapi karena ada teman yang menawarkan mengisi barang, ya kami semangat lagi. Semoga tahun ini penjualan bisa lebih baik dari kemarin," ujar Hendra.

Baca Juga:
Menurutnya, penurunan penjualan dipengaruhi perubahan pola belanja masyarakat yang kini lebih banyak membeli bendera dan aksesori kemerdekaan melalui toko online. Selain itu, kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih juga membuat daya beli masyarakat melemah.

"Sekarang orang lebih banyak beli online, jadi kami yang di pinggir jalan kalah saing," katanya.

Meski demikian, Hendra bersama pedagang lainnya tetap bertahan dengan harapan penjualan akan meningkat mendekati 17 Agustus.

Hal senada juga terlihat dari pengakuan Ilham, salah seorang pengendara yang berhenti di lapak Hendra. Ia mengatakan hanya ingin melihat-lihat dan membandingkan harga sebelum memutuskan membeli.

"Saya ke sini untuk melihat dan tanya harga saja. Kalau lebih murah di toko online, biasanya kami beli dari toko online saja," ujar Ilham.

Ia mengaku harus mendapatkan harga yang lebih murah karena akan membeli dalam jumlah banyak sesuai anggaran yang telah ditetapkan kantornya.

Di lapak Hendra, harga bendera dijual bervariasi. Bendera kecil dibanderol mulai Rp10 ribu, sedangkan bendera ukuran standar rumah dijual antara Rp35 ribu hingga Rp60 ribu. Untuk umbul-umbul atau background sepanjang 10 meter, harganya mencapai Rp400 ribu.

Meski tidak mengeluarkan modal karena barang dipasok oleh agen dengan sistem bagi hasil, Hendra mengaku tetap merasa terbebani jika penjualan tidak sesuai harapan.

"Kita memang tidak mengeluarkan modal untuk jualan bendera ini, tetapi kita tetap butuh makan dan minum saat berjualan. Ada anak istri juga yang harus dinafkahi. Kalau tidak ada penjualan, selain enggak enak sama bos, kami juga bingung mau kasih makan apa keluarga di rumah. Semoga peringatan kemerdekaan tahun ini membawa berkah dan banyak dagangan kami yang terjual," harapnya. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
HT Erry Nuradi: Posisi Paslon Jokowi-Maˊruf di Medan Mengkhawatirkan, Ajak Koalisi Kerja Keras
Denai, Helvetia Sama Ingin Juara di Porkot Medan X
Polrestabes Medan Ringkus 2 Pemasok Ekstasi ke Lokasi Hiburan Malam
Ayen Terluka Parah Ditikam OTK di Medan
Wali Kota Medan Minta Camat dan Lurah Tingkatkan Kapasitas untuk Beri Pelayanan Publik
Anggota DPRD Medan Minta Jalan Medan Labuhan yang Rusak Segera Diperbaiki
komentar
beritaTerbaru