Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 12 Agustus 2026

Zeira Salim Ritonga Soroti Aksi Penyerangan Gunakan Senpi di Kawasan Tanjungmorawa Lukai 2 Orang

Firdaus Peranginangin - Rabu, 12 Agustus 2026 14:28 WIB
111 view
Zeira Salim Ritonga Soroti Aksi Penyerangan Gunakan Senpi di Kawasan Tanjungmorawa Lukai 2 Orang
Foto: harianSIB.com/Firdaus
Zeira Salim Ritonga SE.

Medan(harianSIB.com)

Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut Zeira Salim Ritonga SE menyoroti serius aksi penyerangan menggunakan senjata api (senpi) jenis air softgun yang melukai dua orang di salah satu gudang serbuk kayu di kawasan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang.

Bendahara DPW PKB Sumut itu mendesak aparat penegak hukum untuk tidak menganggap persoalan tersebut sebagai kriminalitas biasa, karena penggunaan senjata dalam menyelesaikan persoalan berpotensi mengancam keselamatan masyarakat luas.

Ditegaskan Zeira Salim kepada wartawan, Rabu (12/8/2026), melalui telepon di Medan, jika benar Senpi digunakan hanya karena persoalan selisih paham, kondisi tersebut merupakan alarm serius bagi keamanan masyarakat. Persoalan sekecil apa pun tidak boleh berujung pada aksi kekerasan bersenjata, apalagi dilakukan secara berkelompok dan dengan cara mendatangi lokasi untuk melakukan penyerangan.

"Ini harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Jangan sampai masyarakat merasa bahwa membawa atau menggunakan senjata untuk menyelesaikan persoalan sesuatu yang biasa. Negara tidak boleh kalah dengan tindakan premanisme," tegas Zeira.

Baca Juga:
Ketua Fraksi PKB tersebut meminta Polda Sumut segera mengidentifikasi dan menangkap seluruh pelaku yang terlibat, termasuk mengungkap siapa yang membawa, memiliki, menyediakan atau menggunakan senjata tersebut.

"Penyelidikan tidak cukup hanya berhenti pada pelaku lapangan, tetapi harus ditelusuri dari mana senjata api yang diperoleh dan apakah ada pihak lain yang terlibat atau semacam aktor intelektualnya," tegas Zeira menanggapi berita SIB, Rabu (12/8/2026), terkait aksi penyerangan menggunakan Senpi jenis air softgun yang melukai dua orang di salah satu gudang serbuk kayu di kawasan Tanjungmorawa.

Politisi vokal ini juga meminta aparat melakukan pemetaan terhadap peredaran dan penyalahgunaan senjata api jenis air softgun, di wilayah Sumatera Utara dengan pengawasan yang super ketat, agar senjata yang dapat digunakan untuk mengancam atau melukai orang tidak disalahgunakan melakukan aksi kekerasan dan intimidasi.

"Kalau senjata api dengan mudah digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, ini sangat berbahaya. Aparat harus memastikan aturan mengenai kepemilikan, penggunaan dan peredaran senjata benar-benar ditegakkan. Jangan menunggu ada korban jiwa baru kita bertindak," tegasnya.

Selain penegakan hukum, Zeira Salim juga meminta kepolisian meningkatkan patroli dan deteksi dini di kawasan yang rawan terjadi konflik, khususnya kawasan industri, pergudangan dan permukiman yang aktivitas masyarakatnya cukup padat sekaligus mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan kelompok atau individu yang kerap membawa senjata agar segera melaporkannya kepada aparat.

"Keamanan adalah tanggung jawab bersama, tetapi negara melalui aparat penegak hukum memiliki kewajiban utama memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kita tidak ingin masyarakat hidup dalam ketakutan karena khawatir sewaktu-waktu ada orang yang membawa senjata dan melakukan penyerangan," ujar Zeira Salim.

Zeira berharap kasus penembakan di Tanjungmorawa dapat segera diungkap secara transparan dan seluruh pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku. Komisi A DPRD Sumut akan memberi perhatian terhadap persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di Sumut.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Rp 150 Juta Dana Desa Sekip Raib di Parkiran Disdukcapil Deliserdang
UMK Deliserdang Ditetapkan Rp2.938.524
KPU Deliserdang Tambah 44 Anggota PPK Pasca Putusan MK
Pemkab Deliserdang Usul ke Kemen ESDM Penambahan 25.000 Sambungan Gas Elpiji
Kapolres Deliserdang Sebut Permasalahan Lahan Garapan Eks HGU PTPN II Belum Tuntas
LPA Sebut Ada Penurunan Kekerasan Terhadap Anak di Deliserdang
komentar
beritaTerbaru