Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 31 Agustus 2026

Datang ke LLDikti, Kapolrestabes Medan Ajak Mahasiswa UDA Dialog setelah 10 Jam Demo

Redaksi - Senin, 31 Agustus 2026 20:04 WIB
189 view
Datang ke LLDikti, Kapolrestabes Medan Ajak Mahasiswa UDA Dialog setelah 10 Jam Demo
Foto Screenshot video mahasiswa
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak SIK MH mendatangi mahasiswa Universitas Darma Agung (UDA) yang masih bertahan di LLDikti Wilayah I Sumatera Utara, Senin malam (31/8/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Medan (harianSIB.com)

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak SIK MH mendatangi mahasiswa Universitas Darma Agung (UDA) yang masih bertahan di Kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumatera Utara, Jalan Sempurna, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Medan Sunggal, Senin (31/8/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Kapolrestabes Medan kemudian mengajak mahasiswa berdialog terkait tuntutan mereka agar LLDikti memfasilitasi perpindahan ke perguruan tinggi swasta (PTS) lain.

Saat Kapolrestabes Medan tiba, aksi mahasiswa telah berlangsung lebih dari 10 jam sejak pukul 09.00 WIB. Polisi masih berjaga di lokasi untuk mengawal aksi tersebut.

Sejumlah akun TikTok juga menyiarkan aksi itu secara langsung. Hingga berita ini ditulis, siaran langsung tersebut tercatat ditonton ribuan orang.

Baca Juga:
Mahasiswa menuntut LLDikti memfasilitasi perpindahan mereka ke PTS lain setelah akreditasi UDA disebut dicabut Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada 7 Juli 2026.

Sebelumnya, Kepala LLDikti Wilayah I Sumut Prof Saiful Matondang telah berdialog dengan mahasiswa di halaman Kantor LLDikti. Namun, pertemuan itu belum menghasilkan solusi, sementara mahasiswa tetap bersikukuh meminta difasilitasi pindah ke kampus lain.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menolak membayar Rp2 juta yang disebut sebagai biaya memperoleh surat pindah dari UDA.

Daniel Sinaga, salah seorang mahasiswa yang menjadi orator, mengatakan mahasiswa keberatan dengan biaya tersebut. Menurutnya, mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan di kampus lain seharusnya tidak dibebani biaya yang dinilai memberatkan.

"Pada hari ini kami tegaskan kalau mahasiswa sudah muak dengan janji-janji. Kita tak mau mendengar lagi soal bicara akan kembali mendapatkan akreditasi. Kami secara tegas menolak membayar uang Rp2 juta untuk surat pindah," ujar Daniel saat menyampaikan sikap di Kantor LLDikti.

Daniel juga menyatakan mahasiswa telah kehilangan kepercayaan terhadap Yayasan Perguruan Darma Agung (YPDA) yang menaungi UDA.

"Kami menyatakan sudah tak percaya lagi sama Yayasan Darma Agung," tegasnya.

Mahasiswa menilai persoalan akreditasi bukan sekadar menyangkut status institusi, tetapi juga keberlanjutan pendidikan mereka. Mereka meminta kepastian mengenai langkah yang dapat ditempuh agar tetap bisa menyelesaikan pendidikan.

Biaya Rp2 juta untuk surat pindah menjadi salah satu tuntutan utama dalam aksi tersebut. Mahasiswa meminta proses perpindahan ke perguruan tinggi lain tidak semakin membebani mereka.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan dari YPDA maupun UDA terkait pernyataan mahasiswa mengenai biaya surat pindah dan hilangnya kepercayaan terhadap yayasan. Polisi masih berjaga di lokasi aksi.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kapolrestabes Medan: Patroli Gabungan Skala Besar Dilaksanakan Pada Jam Rawan
Kapolrestabes Medan Imbau Pemilik Warnet Tidak Buka 24 Jam
Kapolrestabes Medan Berbagi Nasi Bungkus ke Petugas Kebersihan
Kapolrestabes Medan Silaturahmi ke Ponpes AL Mundziri
Kapolrestabes Medan Dadang Hartanto Juara I Pertandingan Menembak HUT ke-73 Korps Brimob
Kapolrestabes Medan Beri Tali Asih untuk Remaja Cacat dan Wanita Stroke
komentar
beritaTerbaru