Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 15 Oktober 2026

Kualitas Udara Medan Tidak Sehat, Dinkes Imbau Anak-anak dan Lansia Lebih Waspada

Leo Bastari Bukit - Rabu, 14 Oktober 2026 19:21 WIB
383 view
Kualitas Udara Medan Tidak Sehat, Dinkes Imbau Anak-anak dan Lansia Lebih Waspada
Foto: Rechtin Hani Ritonga/detikSumut
Kabut asap menyelimuti Kota Medan, Rabu (14/10-2026).

Medan(harianSIB.com)

Kualitas udara di Kota Medan masuk kategori tidak sehat. Berdasarkan hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Rabu (14/10/2026) pukul 10.00 WIB, konsentrasi partikulat halus PM2.5 tercatat mencapai 116,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Angka tersebut jauh melampaui nilai ambang batas 55 µg/m³ yang tercantum dalam Lampiran VII Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Kondisi ini menjadi perhatian karena paparan PM2.5 dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama sistem pernapasan. Sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) juga dilaporkan mengalami kualitas udara kategori sedang hingga tidak sehat, disertai kabut asap di beberapa daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Surya Syahputra Pulungan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat polusi udara.

Masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara memburuk atau terlihat berasap. Apabila harus beraktivitas di luar rumah, warga dianjurkan menggunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikel halus.

Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan dan penyakit penyerta lainnya, diminta lebih berhati-hati dengan membatasi kegiatan di luar rumah selama kualitas udara memburuk.

Selain itu, masyarakat diimbau memantau perkembangan kualitas udara melalui kanal informasi resmi BMKG. Menjaga pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta memenuhi kebutuhan cairan juga penting untuk mendukung kesehatan tubuh.

Warga yang mengalami gejala seperti batuk, sesak napas, nyeri dada, mata perih, atau keluhan lain yang memburuk setelah terpapar udara berpolusi disarankan segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.

Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan saat berkendara karena kabut asap dapat mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Masyarakat turut diimbau tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara terbuka. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi sumber pencemaran udara sekaligus menjaga lingkungan tetap sehat.

Pemerintah berharap masyarakat berperan aktif dalam melakukan langkah-langkah pencegahan dan mengikuti informasi terbaru mengenai kualitas udara guna meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat polusi. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru