Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 16 Agustus 2026

Anak Pejuang Berharap Pilkadasu Bermartabat dengan Tingkat Partisipasi Rakyat Maksimal

- Jumat, 09 Maret 2018 22:38 WIB
431 view
Anak Pejuang Berharap Pilkadasu Bermartabat dengan Tingkat Partisipasi Rakyat Maksimal
SIB/Dok
ANAK PEJUANG-LINTASETNIS: Anak pejuang, Natal Lucas Raja Sitinjak SH bersama warga Medan lintasetnis seperti Tionghoa, India di antaranya Parulian Saragih, Hermanus Matatulla, Rine Genefi Rattu serta Manfaadly Goh dalam pertemuan di Cemara Asri, Selasa (6
Medan (SIB) -Natal Lucas Raja Sitinjak berharap pemilihan kepala daerah Sumut (Pilkadasu) sebagai pesta demokrasi bermartabat dengan tingkat partisipasi rakyat maksimal. "Kan sejak Pilkada bersistem one vote one person, partisipasi konstituen cenderung menurun. Mulai dari Pilkadasu hingga pemilihan di kabupaten kota di Sumut. Kiranya Pilkada Juni tahun 2018 dengan partisipasi konstituen tinggi," ujar pria yang anggota DPRD Jakarta itu di Medan, Selasa (6/3).

Satu cara dalam upaya peningkatan partisipasi tersebut adalah mensosialisasikan tanggal pesta dan manfaatnya dalam kehidupan berdemokrasi. "Mensosialisasikan bakal pimpinan dengan visi misi yang visioner dalam mempercepat kesejahteraan warga," ujarnya.

Ke ibu kota Sumut dalam rangka tugas legislatif sekaligus berziarah ke makam orangtuanya di TMP Bukit Barisan Jalan Sisingamangara XII Medan, anak pejuang 1945 itu mengagendakan bertemu dengan sejumlah komponen masyarakat. Dalam ragam pertemuan tersebut, anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan tersebut menegaskan hal yang harus dibuang dalam menjadikan SARA sebagai komoditas. "Bercerminlah dari Pilkada Jakarta di mana bumbu SARA menjadi adonan lezat tapi muaranya tidak produktif. Saya berharap tidak terjadi di Pilgubsu karena warganya cerdas dan kritis," paparnya.

Raja Sitinjak memastikan, tidak ada keharusan organisasi anak pejuang dan organisasi TNI/Polri wajib memilih pasangan calon (Paslon) gubernur dan wakil gubernur tertentu. "Bukan mau menonjolkan diri. Saya anak pejuang. Otomatis sebagai anggota organisasi anak pejuang dan anak TNI/Polri tapi saya mengajak sesama anak pejuang dan anak TNI/Polri mendukung pasangan Djarot - Sihar Sitorus. Pak Djarot adalah keluarga besar TNI/Polri. Pak Sihar Sitorus pun putra pendiri organisasi yang melahirkan satu partai politik yang pernah berkuasa puluhan tahun di Tanah Air. Tetapi semua itu tak perlu diungkit sebab yang didukung karena visi misi Paslon tersebut," paparnya.

Dalam pertemuan dengan satu komunitas di Cemara Asri, ia mengurai banyak prestasi Djarot saat memimpin Blitar di Jawa Timur dan ketika menjadi Wakil Gubernur Jakarta serta memimpin ibu kota Indonesia. "Pak Djarot itu satu dari sedikit lokomotif demokrasi yang bermartabat di Tanah Air. Kami yang di Jakarta merasakan hal itu," tegas pria yang empat kali menjadi anggota legislatif di Jakarta tersebut.

Raja Sitinjak bersama anggota DPRD Jakarta Ellyzabeth CH Mailoa sempat berkunjung ke sejumlah kabupaten dan kota di Sumut. "Sumut adalah Indonesia mini.
Jangan dirusak dengan sentimen SARA. Sebaliknya, SARA menjadi keunggulan di Sumut karena darinya ada kearifan lokal yang mumpuni," paparnya.

Kunjungan ke Sumut, selain untuk mengeratkan silaturahim dengan wilayah leluhur juga menyelami denyut nadi warga di daerah-daerah yang populasi warganya jamak. Seperti Medan, Deliserdang, Pematangsiantar, Binjai - Langkat yang didiami warga dengan latar belakang etnis beragam. (R10/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru