Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 16 Agustus 2026
Imbau Hentikan Klaim Kemenangan

Nusantara Bangkit Ancam Laporkan Prabowo Subianto

- Selasa, 23 April 2019 21:06 WIB
910 view
Nusantara Bangkit Ancam Laporkan Prabowo Subianto
SIB/Baren Siagian
KETERANGAN RESMI: Ketua umum Ormas Nusantara Bangkit, Ivan PP didampingi pengurus lainnya menyampaikan keterangan resminya kepada wartawan di Jakarta, Senin (22/4).
Jakarta (SIB) -Organisasi Masyarakat (Ormas), Nusantara Bangkit besutan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengancam akan melaporkan calon Presiden Prabowo Subianto kepada pihak yang berwenang termasuk ke Bareskrim Mabes Polri jika masih mengklaim sebagai pemenang dalam pemungutan suara pemilihan presiden periode 2019-2024 mengalahkan pasangan calon Presiden Joko Widodo-Maruf Amien. Meskipun hasil Quick Count (perhitungan cepat) yang dilakukan oleh beberapa lembaga survey menyatakan suara paslon Jokowi-Amien di atas pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Solehudin Uno.

"Kami ormas Nusantara Bangkit akan melaporkan Prabowo Subianto kepada pihak berwenang, dikarenakan telah menyampaikan klaim sepihak dan pernyataan-pernyataan yang meresahkan masyarakat Indonesia. Akibat klaim sepihak Prabowo Subianto itu, legitimasi penyelenggara pemilu (KPU) terancam dan bisa menimbulkan keretakan sosial bagi masyarakat Indonesia," kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Nusantara Bangkit Ir Ivan PP yang didampingi Sekjen DPP Nusantara Bangkit Drs Lukman Arnold Doloksaribu SH beserta jajarannya, di Jakarta, Senin (22/4). Namun, laporan tersebut akan dibatalkan apabila kubu Paslon Capres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menghentikan klaim kemenangan tersebut sambil menunggu hasil penghitungan suara yang dilakukan oleh Lembaga Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Apalagi, lanjut Ivan kondisi masyarakat Indonesia pasca Pencoblosan Pilpres yang digelar Rabu, 17 April 2019 lalu, kian terbelah dikarenakan perdebatan dan pro kontra yang sangat tajam di antara anggota masyarakat, terutama dikarenakan klaim sepihak dari Kubu Paslon Capres 02, yang menyatakan pihaknya memperoleh suara terbanyak dan menjadi pemenang Pilpres, berdasarkan hasil perhitungan internal mereka.

"Saat ini, seolah-olah kita ini terbelah dengan hasil perhitungan cepat atau Quick Count. Yang mana, sebagian mengakui dan ada juga tidak mengakui perhitungan Quick Count itu. Padahal, sesungguhnya QC merupakan metodologi ilmiah, yang beberapa tahun belakang ini di setiap perhelatan pesta demokrasi tingkat akurasinya mencapai 99%," tutur Ivan.

Sebagai warga negara yang taat konstitusi, lanjut, Ivan, Nusantara Bangkit tidak akan ikut-ikutan terjebak dengan klaim sepihak versi Prabowo-Sandi.

"Nusantara Bangkit tidak terjebak dan tidak larut dalam persoalan kesimpangsiuran Quick Count. Sebagai organisasi kemasyarakatan di bawah Ketua Dewan Pembina kami Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, Nusantara Bangkit taat konstitusi. Kami tetap menunggu keputusan KPU, sesuai dengan tahapan pelaksanaan Pemilu tahun ini. Siapapun pemenang yang diputuskan KPU akan kami hargai. Kami mematuhi keputusan KPU, serta ikut membantu dan mengawal perjalanan pemerintahan yang diputuskan oleh KPU," ujar Ivan.

Selain itu, Ivan juga menambahkan Ormas Nusantara Bangkit akan mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia, tanpa memandang pilihan politik yang berbeda-beda, lebih utama. Maka keretakan sosial yang diakibatkan oleh klaim sepihak Prabowo Subianto dkk itu harus diakhiri, dengan mengedepankan mekanisme yang konstitusional dalam Pemilu.

"Meminta aparat TNI/Polri menindak tegas setiap pelanggaran yang mengancam keutuhan NKRI, meminta elit-elit politik berhenti menunggangi situasi dan kondisi saat ini untuk kepentingan politiknya, mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk tetap menjaga tali kekeluargaan dan persaudaraan dalam bingkai NKRI.

Terkait adanya pengunduran diri yang dilakukan oleh Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution lantaran suara pasangan Jokowi-Amien kalah dengan pasangan Prabowo-Sabdi, ketua Umum Nusantara Bangkit Provinsi Sumatera Utara, RHMd Pardamaian Hasibuan menilai hal tersebut merupakan pendapat pribadi.

"Itukan pendapat pribadi bupati. Jadi kita belum bisa menyimpulkannya secara pribadi," ujar Dahlan.

Meski demikian, Dahlan menegaskan Nusantara Bangkit Provinsi Sumut bangga dengan hasil suara di Provinsi Sumut yang memenangkan pasangan Jokowi-Amien.

"Secara keseluruhan kami bangga atas perolehan suara pasangan Jokowi-Amien yang mengalahkan pasangan Prabowo-Sandi," pungkasnya. (J02/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru