Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 01 Mei 2026

Lulusan Perguruan Tinggi Belum Penuhi Kebutuhan Pasar Kerja

- Minggu, 20 November 2016 17:13 WIB
383 view
Lulusan Perguruan Tinggi Belum Penuhi Kebutuhan Pasar Kerja
Kondisi pendidikan tinggi di Indonesia sampai saat ini ternyata belum memuaskan berbagai pihak. Salah satu masalahnya terkait relevansi mutu pendidikan yang belum mampu menjawab kebutuhan dunia usaha dan industri. Banyak lowongan terpaksa diisi dari luar karena di dalam negeri sulit mencari kandidat yang kompeten dan kredibel.

Kemenristekdikti mencatat jumlah perguruan tinggi umum di seluruh Indonesia 3.221 dan perguruan tinggi agama sebanyak 1.020. Setiap tahun rata-rata ada sekitar 750.000 orang lulusan yang siap masuk ke pasar kerja. Namun, mengacu pada data Badan Pusat Statistik, angka pengangguran dari kategori lulusan pendidikan tinggi masih besar.

Peningkatan lulusan perguruan tinggi yang ada tidak sebanding dengan serapan lapangan kerja. Sampai bulan Agustus 2016, jumlah tenaga kerja berpendidikan tinggi yang bekerja sebanyak 14,57 juta (12,24 persen) dari 118,41 juta orang yang bekerja. Sementara itu, tenaga kerja berpendidikan tinggi yang menganggur mencapai 787.000 (11,19 persen) dari total 7,03 juta penganggur.

Masih banyak perusahaan di Indonesia yang kesulitan mendapatkan tenaga kerja sesuai kualifikasi yang diharapkan. Rendahnya kualitas pendidikan tinggi Indonesia berdampak pada daya saing bangsa yang rendah. Indeks daya saing Indonesia 2016 memburuk dan turun ke posisi 41 dari 138 negara. Pada tahun sebelumnya, Indonesia berada di ranking 37.

Adapun, indeks pengembangan sumber daya manusia pada 2015 lalu berada di posisi 110 dari 185 negara. Ini tak terlepas dari kondisi pendidikan tinggi saat ini banyak kelemahan. Antara lain, lemahnya kepemimpinan, rendahnya kualitas SDM, ketiadaan mandat keilmuan, lemahnya infrastruktur dan lemahnya birokrasi.

Untuk itu, perguruan tinggi perlu melakukan pembenahan terhadap program studi dan kurikulum untuk menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing. Sebab era persaingan sudah berlangsung di depan mata. Perguruan tinggi memiliki peranan penting mendorong peningkatan kualitas SDM lebih cepat yang sesuai kebutuhan.

Perguruan tinggi perlu melakukan evaluasi bagaimana link and match alumni lebih optimal dalam hubungannya dengan pasar kerja dengan memertimbangkan faktor perubahan karakter pekerjaan. Jangan lagi sekadar mengejar kuantitas atau banyaknya lulusan. Tetapi bagaimana alumninya bisa diterima pasar dan mampu menjawab berbagai tantangan yang ada.

Riset mengenai pasar kerja sudah menjadi keharusan bagi perguruan tinggi. Termasuk riset terkait perubahan karakter pekerjaan di masa mendatang. Hasil riset bisa dimanfaatkan perguruan tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja. Selain bermanfaat bagi perguruan tinggi tersebut karena alumninya berkualitas, juga sangat besar kontribusinya bagi pertumbuhan industri dalam negeri.

Bila memang ada kesenjangan antara apa yang dipelajari di kampus dengan dunia kerja, maka harus berani merombak total kurikulum. Tenaga dosen mesti ditingkatkan kualitasnya. Sebaiknya para praktisi sering diundang memberi pembekalan agar mahasiswa memiliki gambaran yang jelas dan lugas mengenai dunia kerja. Dengan demikian perguruan tinggi bisa selalu respon dengan perkembangan zaman. (**)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru