Di Depan PM Norwegia

Jokowi Sebut UU Deforestasi Eropa Rugikan 16 Juta Petani RI


184 view
Jokowi Sebut UU Deforestasi Eropa Rugikan 16 Juta Petani RI
Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
BERTEMU: Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre di sela kegiatan World Climate Action Summit (WCAS) COP28 di Dubai, Sabtu (2/12). 

Jakarta (SIB)

Presiden Joko Widodo menyatakan UU Deforestasi yang dirilis Uni Eropa sangat merugikan Indonesia. Menurutnya, ada 16 juta petani kecil di Indonesia yang merugi karena aturan yang satu ini.

Kenyataan itu disampaikan Jokowi saat melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre di sela-sela kegiatan World Climate Action Summit (WCAS) COP28 yang digelar di Ruang Bilateral, Expo City Dubai, Dubai, Persatuan Emirat Arab (PEA).

Jokowi menyayangkan adanya keraguan beberapa pihak di Eropa terhadap komitmen Indonesia dalam pelestarian hutan dan lingkungan hidup. Khususnya soal UU Deforestasi yang mendiskriminasi komoditas perkebunan Indonesia yang tak kunjung dievaluasi.

"Saya berharap Norwegia dapat memberikan pandangan yang berimbang, khususnya terkait Peraturan Deforestasi Uni Eropa yang bersifat diskriminatif dan berdampak besar terhadap 16 juta orang yang sebagian besar adalah petani kecil," ujar Jokowi dalam keterangannya, ditulis Minggu (3/12).

Dia juga menyebut bahwa Indonesia berhasil menurunkan emisi melalui pengendalian deforestasi dan degradasi hutan yang telah terbukti serta diakui secara global. Meski demikian, masih terdapat sejumlah komitmen result-based payment yang belum diberikan atas capaian penurunan emisi tersebut.

Selain itu, Jokowi dan Store juga membahas terkait kerja sama investasi kedua negara. Presiden Jokowi berharap Norwegia dapat merealisasikan komitmen JETP secepatnya.

Minta Bantuan

Selain itu, Jokowi juga mengajak Norwegia untuk meningkatkan investasi dalam upaya pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru Nusantara di Kalimantan Timur sebagai kota pintar berbasis hutan. Jokowi menyinggung soal keberhasilan Norwegia yang mengembangkan Oslo sebagai kota top dunia.

"Pengalaman Norwegia dalam mengembangkan Oslo sudah terkenal secara global dan ini akan sangat berharga bagi perkembangan Ibu Kota Nusantara," beber Jokowi.

Terakhir, kedua pemimpin negara juga membahas soal situasi di Gaza. Jokowi berharap Norwegia dapat kembali memberikan kontribusinya dalam mencari solusi perdamaian di Gaza.

"Saya sangat berharap Norwegia, sebagai fasilitator Perjanjian Oslo, dapat kembali berkontribusi dalam mencari solusi untuk segera dimulainya proses perdamaian berdasarkan solusi dua negara," sebut Jokowi. (Detikfinance/c)

Penulis
: Redaksi
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com