Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 12 Mei 2026

Rombongan Menteri Bertolak ke AS Upaya Lobi Tarif Trump

Robert Banjarnahor - Sabtu, 19 April 2025 11:53 WIB
371 view
Rombongan Menteri Bertolak ke AS Upaya Lobi Tarif Trump
AFP/MANDEL NGAN
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat mengumumkan tarif impor kendaraan dan suku cadang sebesar 25 persen, di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, Rabu (26/3/2025). Daftar Negara yang Tidak Dikenai Kebijakan Tarif Trump.
Jakarta(harianSIB.com)

Tim negosiasi yang terdiri dari sejumlah menteri Indonesia tengah melakukan kunjungan ke Amerika Serikat untuk membahas tarif impor sebesar 32 persen yang diberlakukan oleh Presiden AS, Donald Trump.

Delegasi ini mencakup enam pejabat tinggi, termasuk Menteri Luar Negeri Sugiono yang telah lebih dahulu tiba di AS kemarin, serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang dijadwalkan berangkat Jumat.

Mereka akan bergabung dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Wakil Ketua Dewan Energi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, dan Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir.

Dalam pernyataan resminya, Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa tim negosiasi telah menggelar sejumlah pertemuan strategis dengan otoritas utama Pemerintah AS, termasuk Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) dan Kementerian Perdagangan AS.

Serta dijadwalkan bertemu dengan Secretary of Treasury untuk membahas penyesuaian tarif perdagangan yang berdampak pada produk ekspor Indonesia. Serangkaian pertemuan strategis tersebut bertujuan untuk mempererat kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Amerika Serikat.

" Alhamdulillah respons dari pejabat yang dikirim itu relatif cepat. Dari hasil pembicaraan, Indonesia ini merupakan salah satu negara yang diterima lebih awal. Pembahasan ini guna mendiskusikan opsi-opsi yang ada terkait kerja sama bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat yang kita berharap situasi daripada perdagangan yang kita kembangkan bersifat adil dan berimbang," ujar Airlangga dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat (18/4/2025).

Airlangga menyampaikan, bahwa Indonesia telah menyampaikan sejumlah tawaran kepada Amerika Serikat antara lain dengan meningkatkan pembelian energi, produk Pertanian, dan Engineering, Procurement, Construction (EPC), memberikan insentif dan fasilitas bagi perusahaan Amerika Serikat dan Indonesia.

Serta membuka dan mengoptimalkan kerja sama critical mineral, memperlancar prosedur dan proses impor untuk produk Amerika Serikat, dan mendorong investasi strategis dengan skema business to business.

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Saudi dan Rusia Mulai Bebas Visa

Saudi dan Rusia Mulai Bebas Visa

Jakarta(harianSIB.com)Warga Arab Saudi dan Rusia kini bisa saling kunjung tanpa visa mulai hari Senin (11/5/2026)Terobosan itu merupakan per