Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 07 Juni 2026

Jelang Demo Tolak Imigran di Australia, KBRI Imbau WNI Waspada

Redaksi - Minggu, 19 Oktober 2025 16:32 WIB
891 view
Jelang Demo Tolak Imigran di Australia, KBRI Imbau WNI Waspada
Getty Images/Darrian Traynor
Ilustrasi demo di Australia

Jakarta(harianSIB.com)

Menjelang aksi "March for Australia" yang akan digelar Minggu (19/10), KBRI Canberra mengingatkan WNI di Australia untuk tetap waspada dan mengikuti tiga imbauan resmi yang dikeluarkan.

Unjuk rasa yang menuntut penurunan angka imigrasi itu disebut telah berlangsung di sejumlah kota besar sebelumnya.

Imbauan pertama, WNI di Australia untuk tetap tenang sekaligus waspada selama unjuk rasa berlangsung.

Kedua, warga Indonesia di Australia juga diminta mematuhi arahan aparat keamanan dan pemerintah setempat. Ketiga masyarakat Indonesia di Australia juga diimbau memantau pemberitaan di media massa.

Baca Juga:
KBRI juga menyebar nomor telepon yang bisa dihubungi jika WNI terdampak aksi demo maupun membutuhkan bantuan kedutaan selama aksi unjuk rasa berlangsung.

"Jika ada WNI yang terdampak dan membutuhkan bantuan, segera hubungi: Nomor darurat Australia Hotline KBRI Canberra: +61 450 475 094," imbauan KBRI melalui akun Instagram resmi @inaincanberra, Sabtu (18/10), dikutip dari CNNIndonesia.com.

Dalam situs March for Australia, para penolak imigrasi menyebut persatuan dan nilai-nilai bersama Australia telah terkikis oleh kebijakan dan gerakan yang memecah belah negaranya, dengan menambahkan bahwa migrasi massal telah menghancurkan ikatan yang menyatukan komunitas Australia.

Pendukung aksi ini juga menyatakan keprihatinan mereka terhadap budaya, upah, kemacetan lalu lintas, perumahan dan pasokan air, kerusakan lingkungan, infrastruktur, rumah sakit, kejahatan, dan hilangnya rasa kebersamaan.

Menanggapi unjuk rasa sebelumnya pada akhir Agustus lalu, Pemerintah Australia menyatakan menentang aksi tersebut, dengan memperingatkan bahwa tidak ada tempat bagi segala bentuk kebencian di Australia.

Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke mengatakan sempat menyebut tidak ada tempat bagi orang-orang yang berusaha memecah belah dan merusak kohesi sosial di Negeri Kangguru itu,

"Kami mendukung Australia modern dalam melawan unjuk rasa ini. Perilaku dalam unjuk rasa itu tidak sesuai dengan identitas atau semangat bangsa Australia," ujarnya kala itu.(*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Gadis Langkat 8 Bulan Ditahan di Malaysia, Gagal Dijadikan PSK
Staf KBRI Tewas Ditembak, Peru Perketat Keamanan Kantor dan Staf KBRI
Bupati Humbahas Melayat ke Rumah Duka Zetro Purba, Korban Penembakan di Peru
Bupati Humbahas Sampaikan Belasungkawa, Bantu Pemulangan Jenazah Zetro Purba Korban Penembakan di Peru
Zetro Leonardo Purba Bukan Diplomat, Tapi Penata Kanselerai di KBRI Peru
Pdt Penrad Siagian Pulangkan Warga Serdang Bedagai Terjebak di Perusahaan Judol di Kamboja
komentar
beritaTerbaru