Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 18 Juni 2026

Kemenkes Dukung Penuh Pembangunan Nommensen International Hospital, Siap Tekan Laju Pasien Berobat ke Luar Negeri

Victor R Ambarita - Kamis, 18 Juni 2026 18:57 WIB
306 view
Kemenkes Dukung Penuh Pembangunan Nommensen International Hospital, Siap Tekan Laju Pasien Berobat ke Luar Negeri
Foto: Dok/Yayasan UHN)
Foto bersama usai Jajaran Pengurus Yayasan Universitas HKBP Nommensen beraudiensi dengan Menteri Kesehatan di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Jakarta(harianSIB.com)

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menyatakan dukungan penuh atas rencana Yayasan Universitas HKBP Nommensen (UHN) untuk membangun Nommensen International Hospital di Kota Medan.

Kepastian ini diperoleh usai jajaran pengurus Yayasan UHN mengadakan pertemuan strategis dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Kantor Kemenkes RI, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Ketua Umum Pengurus Yayasan UHN, Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon, menjelaskan pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut bertujuan memohon izin operasional dari pemerintah pusat.

Rencananya, fasilitas kesehatan berskala internasional tersebut akan dibangun megah setinggi 17 lantai dengan kapasitas kurang lebih 400 tempat tidur.

Baca Juga:
"Kami bersyukur Pak Menteri Kesehatan menyampaikan langsung bahwa Kemenkes mendukung penuh pendirian Rumah Sakit International Nommensen di Kota Medan. Ini menjadi suatu kebutuhan bagi Fakultas Kedokteran kami yang usianya sudah mencapai 72 tahun," ungkap Effendi memberikan keterangan pers usai pertemuan.

Meski berlabel internasional, Kemenkes memberikan arahan tegas agar layanan rumah sakit ini tetap inklusif.

Effendi menuturkan Menkes meminta penyesuaian pada indeks studi kelayakan (Feasibility Study/FS) dan nilai ekonominya agar tidak terjadi overpricing (harga terlalu tinggi) yang kerap menyulitkan keberlangsungan operasional rumah sakit.

Fasilitas ini nantinya dirancang sebagai rumah sakit pendidikan (teaching hospital) yang juga melayani masyarakat umum, baik pasien pengguna BPJS maupun non-BPJS.

Kehadirannya diproyeksikan untuk mengimbangi fasilitas medis di negara tetangga yang selama ini menjadi tujuan warga Sumatera Utara berobat.

Dukungan serupa juga ditegaskan oleh Wakil Menteri Kesehatan, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR.

Ia menilai langkah UHN, yang telah memiliki Fakultas Kedokteran terakreditasi Unggul, untuk mendirikan rumah sakit sendiri merupakan lompatan penting guna meningkatkan mutu pendidikan kesehatan di Indonesia.

"Rumah sakit yang menyelenggarakan pendidikan dan pelayanan umum biasanya memiliki kualitas yang lebih tinggi karena disanalah tempat ilmu langsung diterapkan," jelas dr. Benjamin.

Dalam pertemuan tersebut, Wamenkes turut memberikan masukan teknis mengenai efisiensi tata letak bangunan dan penentuan layanan unggulan (Center of Excellence). Tujuannya adalah memastikan rumah sakit ini memiliki daya tarik kuat dan mengisi kekosongan layanan medis spesifik di Kota Medan.

"Kita ingin di Indonesia pelayanannya makin hari makin baik sehingga masyarakat tidak perlu berobat ke luar negeri. Kita ingin menjadikan rumah sakit ini sebagai tuan rumah di negeri sendiri," pungkas dr. Benjamin.

Pembangunan Nommensen International Hospital diharapkan tidak hanya mendongkrak kualitas pelayanan medis masyarakat, tetapi juga memperkuat pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia kesehatan, khususnya di wilayah Sumatera Utara dan Indonesia bagian barat.(*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Tim Surveyor Akreditasi Kemenkes RI Kunjungi 2 Puskesmas di Tanjungbalai
Tim Surveior Akreditasi Kemenkes RI Kunjungi P Siantar
Dirjen Yankes Kemenkes RI Periksa Kesiapan RS Adam Malik
Natal UHN Tekankan Hidup dengan Penuh Damai Sejahtera
Dua Kelompok Mahasiswa UHN Bentrok
Kores Sitorus MPd Ketua Ikapropenmat FKIP UHN Periode 2017-2019
komentar
beritaTerbaru
Prabowo Batalkan Kunjungan ke Rusia

Prabowo Batalkan Kunjungan ke Rusia

Jakarta(harianSIB.com)Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan Presiden Prabowo Subianto batal menghadiri KTT ASEANRu