Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 09 Juli 2026

15 BUMN Ikuti Program UN Women Dorong Tempat Kerja Inklusif

Redaksi - Kamis, 09 Juli 2026 18:46 WIB
99 view
15 BUMN Ikuti Program UN Women Dorong Tempat Kerja Inklusif
Foto: UN Women/Putra Djohan
UN Women dan PT Danantara Asset Management mengumumkan 15 BUMN peserta Women’s Empowerment Principles (WEPs) Corporate Action Lab Indonesia Cohort 2, yang dilanjutkan dengan sosialisasi Danantara Respectful and Inclusive Workplace Playbook kepada pa

Jakarta(harianSIB.com)

Sebanyak 15 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi bergabung dalam Women's Empowerment Principles (WEPs) Corporate Action Lab Indonesia Cohort 2 yang diselenggarakan UN Women bersama PT Danantara Asset Management dengan dukungan Pemerintah Australia. Program tersebut bertujuan mendorong terciptanya lingkungan kerja yang inklusif, saling menghormati, dan berkeadilan di lingkungan BUMN.

Pengumuman peserta dilakukan di Jakarta, Rabu (8/7/2026), sekaligus menandai langkah lanjutan Danantara dalam memperkuat implementasi Respectful and Inclusive Workplace di seluruh ekosistem BUMN.

Managing Director Human Capital Danantara Indonesia PT Danantara Asset Management, Agus Dwi Handaya, mengatakan Danantara Respectful and Inclusive Workplace Playbook bukan sekadar dokumen kepatuhan, melainkan bagian dari sistem tata kelola perusahaan.

"Danantara Respectful and Inclusive Workplace Playbook tidak bisa dilihat sebagai dokumen kepatuhan sendiri. Ia adalah bagian dari performance architecture, cara kita memastikan bahwa respect, inclusion, fairness, dan well-being masuk ke dalam tata kelola, sistem, perilaku, indikator kinerja, dan akhirnya menjadi nilai bisnis yang nyata," ujar Agus.

Baca Juga:
Sementara itu, Deputi Sumber Daya Manusia dan Keberlanjutan Badan Pengaturan BUMN, Wahyu Setyawan, berharap kebijakan tersebut benar-benar menjadi budaya kerja di lingkungan BUMN.

"Untuk bersaing di tingkat global, BUMN butuh inovasi, perspektif perempuan, pemikiran generasi muda, hingga kontribusi dari rekan-rekan penyandang disabilitas. Saya berharap Respectful and Inclusive Workplace Policy tidak sekadar menjadi lembaran kebijakan, namun menjadi budaya kerja yang dihidupkan," katanya.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bawang di Hot Dog Jadi Kontroversi, PM Australia Angkat Bicara
Warga Yahudi Pendiri GTDI di Medan Wafat dan Dimakamkan di Australia
Menteri BUMN: Kualitas Tol Indonesia Bisa Setara Eropa
Sri Mulyani Jelaskan Reformasi Birokrasi Kemenkeu di Australia
Kejagung Telusuri Aset Milik Tersangka Korupsi Investasi Pertamina di BMG Australia
Sumut Impor 2.737 Ekor Sapi Australia
komentar
beritaTerbaru