Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 12 Agustus 2026

Industri Teknologi Smartphone Fokus ke AI dan Silicon-carbon, Samsung Electronics Jaya di Kapasitas Baterai

Oki Lenore - Rabu, 12 Agustus 2026 14:33 WIB
144 view
Industri Teknologi Smartphone Fokus ke AI dan Silicon-carbon, Samsung Electronics Jaya di Kapasitas Baterai
Foto: Dok/Samsung Electronics
MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawati.

Jakarta(harianSIB.com)

Di industri smartphone, ada adigum semakin tipis bodi perangkat, semakin kecil pula ruang untuk baterai tapi Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra membuktikan sebaliknya. Selain mengadopsi full artificial intelegensia (AI) juga mengadopsi teknologi baterai silicon-carbon (Si-C). Terbukti pada lini perangkat lipat terbarunya seperti Galaxy Z Fold8 Ultra, Galaxy Z Fold8, dan Galaxy Z Flip8 kapasitas daya tanpa membuat bodi perangkat menjadi lebih tebal.

MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawan, mengatakan hal itu, Rabu (12/8), di Jakarta. Pada edukasi publik dalam perilisan untuk warga Indonesia Samsung Electronics menunjukkan, produsen barang berteknologi terkemuka itu berhasil memangkas ketebalan Galaxy Z Fold 8 Ultra menjadi hanya 4,1 mm saat dibuka, menjadikannya ponsel lipat paling tipis yang pernah dibuat perusahaan. Menariknya, kapasitas baterainya justru meningkat menjadi 5.000 mAh, naik dari 4.400 mAh pada generasi sebelumnya.

Lalu, bagaimana Samsung bisa membuat HP lipat semakin tipis tanpa mengorbankan daya tahan baterai?

Tantangan kedua dalam merancang HP lipat super tipis adalah mempertahankan durabilitas engsel (hinge) dan struktur panel layar internal agar tidak mudah melengkung atau rusak saat menerima benturan.

Baca Juga:
Untuk mengatasi persoalan struktural tersebut, Samsung mengimplementasikan arsitektur Flex Titanium Display. Jika pada generasi Z Fold 7 hanya menyematkan plat pelapis Titanium Plate pada lapisan layar, pada Z Fold 8 Ultra, raksasa teknologi asal Korsel ini menambahkan lapisan Flex Titanium Flow.

Penggunaan material titanium pilihan ini memberikan rasio kekuatan-terhadap-bobot (strength-to-weight ratio) yang sangat tinggi.

"Rasanya sekarang menggunakan Fold 8 Ultra itu lebih tangguh karena kami menggunakan teknologi Flex Titanium Display untuk pertama kalinya. Tahun lalu di Z Fold 7 kita menggunakan Titanium Plate pada lapisan layar, tapi kita tambahkan lagi untuk Flex Titanium Flow pada lapisan layar di Z Fold 8 Ultra. Impact-nya, durabilitasnya tentu akan jauh lebih baik lagi tanpa mengorbankan aspek lainnya," terang Ilham.

Keunggulan teknologi tersebut antara lain struktur layar lebih kokoh terhadap tekanan dan benturan. Mekanisme lipatan terasa lebih solid saat dibuka maupun ditutup, selain itu durabilitasnya meningkat tanpa mengorbankan desain yang tipis.

Hasilnya, penerapan material titanium ini membuat sub-lapisan layar menjadi jauh lebih kaku dan tahan terhadap dorongan fisik (impact resistance) tanpa perlu menambah ketebalan milimeter bodi. Selain itu, mekanisme lipatan (Flex Mode) terasa lebih solid dan firm saat dibuka-tutup. Kombinasi ini berhasil meningkatkan durabilitas penggunaan harian secara signifikan tanpa harus mengorbankan profil estetik bodi yang super tipis.

Ia mengatakan rahasia tersebut berasal dari kombinasi inovasi material, desain internal baru, hingga teknologi baterai generasi terbaru.

"Penggunaan desain yang lebih tipis biasanya memaksa beberapa aspek terkompromi. Tapi tidak dengan Z Fold 8 Ultra. Dengan desain yang jauh lebih tipis, perangkat ini membawa kapasitas baterai yang bahkan lebih besar, dari 4.400 mAh menjadi 5.000 mAh. Ini membuktikan bahwa experience Ultra benar-benar kami hadirkan," ujarnya.

Satu kunci utama ada pada penggunaan Silicon Battery, teknologi baterai terbaru yang pertama kali diterapkan Samsung pada lini foldable. Berbeda dengan baterai lithium-ion konvensional yang menggunakan anoda grafit, Silicon Battery memanfaatkan material berbasis silikon sehingga memiliki kepadatan energi (energy density) lebih tinggi.

Dengan teknologi ini, Samsung dapat membuat sel baterai yang lebih tipis, tetapi mampu menyimpan energi lebih besar dalam ruang fisik yang sama. Hasilnya, Galaxy Z Fold 8 Ultra tetap membawa baterai 5.000 mAh tanpa harus membuat bodinya lebih tebal.

"Dengan desain yang lebih tipis, kapasitas lebih besar, untuk pertama kalinya kami menggunakan teknologi Silicon Battery pada Z Fold 8 Ultra. Ini kami berikan pertama kali di seluruh rangka Z Fold 8 Series tahun ini, sehingga battery performance sudah setara dengan apa yang kita berikan di S-Ultra," jelas Ilham.

Tantangan kedua dalam merancang HP lipat super tipis adalah mempertahankan durabilitas engsel (hinge) dan struktur panel layar internal agar tidak mudah melengkung atau rusak saat menerima benturan.

Untuk mengatasi persoalan struktural tersebut, Samsung mengimplementasikan arsitektur Flex Titanium Display. Jika pada generasi Z Fold 7 hanya menyematkan plat pelapis Titanium Plate pada lapisan layar, pada Z Fold 8 Ultra, raksasa teknologi asal Korsel ini menambahkan lapisan Flex Titanium Flow.

Penggunaan material titanium pilihan ini memberikan rasio kekuatan-terhadap-bobot (strength-to-weight ratio) yang sangat tinggi.

"Rasanya sekarang menggunakan Fold 8 Ultra itu lebih tangguh karena kami menggunakan teknologi Flex Titanium Display untuk pertama kalinya. Tahun lalu di Z Fold 7 kita menggunakan Titanium Plate pada lapisan layar, tapi kita tambahkan lagi untuk Flex Titanium Flow pada lapisan layar di Z Fold 8 Ultra. Impact-nya, durabilitasnya tentu akan jauh lebih baik lagi tanpa mengorbankan aspek lainnya," terang Ilham.

Keunggulan teknologi tersebut antara lain struktur layar lebih kokoh terhadap tekanan dan benturan. Mekanisme lipatan terasa lebih solid saat dibuka maupun ditutup, selain itu durabilitasnya meningkat tanpa mengorbankan desain yang tipis.

Hasilnya, penerapan material titanium ini membuat sub-lapisan layar menjadi jauh lebih kaku dan tahan terhadap dorongan fisik (impact resistance) tanpa perlu menambah ketebalan milimeter bodi. Selain itu, mekanisme lipatan (Flex Mode) terasa lebih solid dan firm saat dibuka-tutup. Kombinasi ini berhasil meningkatkan durabilitas penggunaan harian secara signifikan tanpa harus mengorbankan profil estetik bodi yang super tipis.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Penyebab Jatuhnya Lion Air Bukan Masalah Mesin
Haru, Pertemuan Istri Korban Kecelakaan Lion Air JT 610 dan Garuda 152
Perbaikan FM IPA Sibolangit Ganggu Distribusi Air di 33 Kawasan
Surat Kematian Semua Korban Lion Air akan Diterbitkan
Awal 2019, Pembaca Meter Rekening Air Pelanggan PDAM Tirtanadi Gunakan Android
Keluarga Korban Lion Air Jatuh Gugat Boeing ke Pengadilan AS
komentar
beritaTerbaru