Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 31 Agustus 2026

Ruhut Sitompul Digeser Dari Komisi III Ke Komisi VI DPR RI

- Sabtu, 05 Juli 2014 20:52 WIB
363 view
Ruhut Sitompul Digeser Dari Komisi III Ke Komisi VI DPR RI
Jakarta (SIB)- Wakil Ketua MPR RI Melani Leimena Suharli, yang juga kader Partai Demokat (PD) mengimbau seluruh kader Partai  untuk tidak menjelek-jelekkan pasangan Capres-Cawapres yang tidak didukungnya,  baik Prabowo Subianto-Hatta Rajasa  maupun Jokowi Widodo-Jusuf Kalla.
 
Memang, Partai Demokrat secara resmi sudah mendukung Prabowo-Hatta, tetapi mereka yang mendukung Jokowi-JK sampai hari ini belum ada pemikiran untuk memberikan sanksi,  walaupun  kemungkinan akan  ada resiko.

"Demokrat sampai sekarang belum memikirkan sanksi, tetapi sangat  diharapkan tidak menjelekkan Capres  yang tidak didukungnya. Kita memang tidak bisa mencegah jika ada kader yang justru memilih untuk mendukung Jokowi-JK. Namun, ada resiko yang harus diterima oleh kader yang tidak sejalan dengan hasil Rapimnas Demokrat," ujar Melani kepada  wartawan di Gedung DPR RI Jakarta, Jumat (4/7).

Menurutnya,  hasil Rapimnas Demokrat menyatakan sebanyak 56 % kader yang hadir meminta netral, 22 persen mendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, dan 21 persen ingin membuat poros baru. "Jadi, masing-masing tahu resikonya," kata Melani.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua sebelumnya menyatakan partainya akan mempertimbangkan untuk memberikan sanksi kepada kader-kadernya yang berbeda sikap dalam pemilihan presiden.

 "Sanksi  akan diselesaikan setelah Pilpres. Kami sekarang konsen untuk memenangkan Prabowo- Hatta, dan mesin partai sudah digerakkan," ujar  Max Sopacua.

Sementara itu Ruhut Sitompul dan Nova Riyanti Yusuf dicopot dari komisi tempat mereka ditugaskan karena mendukung Jokowi-JK. Nova  dicopot dari jabatan Wakil Ketua Komisi IX DPR, sedangkan Ruhut digeser dari Komisi III DPR ke Komisi VI DPR RI.

Dalam surat pencopotan terhadap Nova, Fraksi Demokrat menyatakan kinerja legislator itu tak sejalan dengan arahan fraksi, sedangkan  Ruhut digeser karena dianggap mencemarkan nama baik SBY.  Ruhut pernah  mengklaim sudah mendapat restu dari SBY untuk mendukung Jokowi-JK. (G1/f)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru