Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 31 Agustus 2026

ICW: Pilpres Rawan Politik Uang dan Manipulasi Suara

- Sabtu, 05 Juli 2014 20:53 WIB
359 view
ICW: Pilpres Rawan Politik Uang dan Manipulasi Suara
Jakarta (SIB)- Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW), Abdullah Dahlan meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk mengawal ketat pemilihan presiden satu putaran yang diputuskan Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (3/7).

"Keputusan MK yang menyatakan Pilpres hanya dilakukan satu putaran sangat berpotensi menimbulkan kecurangan-kecurangan karena tiap kandidat akan memberdayakan segala kekuatan yang ada untuk menang," kata Abdullah kepada Tv One di Jakarta, Jumat (4/7).

Salah satu dasar kekhawatiran itu, kata Abdullah, adalah adanya pelanggaran yang terjadi saat pileg termasuk manipulasi suara. "Untuk menghadapi hal itu di Pilpres 9 Juli nanti, sangat diperlukan netralitas penyelenggara ataupun pengawas pemilu di seluruh Indonesia," ujarnya.

Kecenderungan negatif lain yang harus diperhatikan adanya politik uang yang menurut ICW polanya berubah bila dibandingkan politik uang saat Pemilu 9 April 2014. "Saat pemilu legislatif lalu pelakunya kandidat langsung maupun timnya, namun dalam pilpres, itu dilakukan oleh tim bayangan yang tidak terdaftar secara resmi," ungkapnya.

Karena tidak dilakukan secara gamblang itulah ICW sulit menemukan indikasi pelanggaran pemilu oleh pasangan capres. "Untuk itu perlu dilakukan pengawasan secara ketat menjelang hari-H tanggal 9 Juli 2014 dan setelahnya karena di waktu-waktu ini sangat rawan politik uang," jelasnya.

Salah satu praktik kecurangan yang perlu dicermati, kata Abdullah, kemungkinan pemilih membawa kamera atau alat komunikasi ke bilik suara karena mereka bisa mendokumentasikan pilihan yang berpotensi untuk ditransaksikan. (Dik2/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru