Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 31 Agustus 2026

Anak-anak Pemulung Bisa Sekolah Lewat Daur Ulang Spanduk dan Sampah

- Senin, 07 Juli 2014 12:50 WIB
157 view
 Anak-anak Pemulung Bisa Sekolah Lewat Daur Ulang Spanduk dan Sampah
Jakarta (SIB)- Siapa yang menyangka daur ulang sampah plastik dan spanduk dapat menembus pasar internasional. Keuntungannya kemudian digunakan untuk membantu pendidikan anak-anak pemulung.

Hal ini dilakukan oleh yayasan non profit XS Project di Jl Kaimun Jaya, Cilandak, Jaksel. Yayasan tersebut berdiri sejak tahun 2002 dan fokus pada pengolahan sampah dan limbah. Lebih dari 81 orang dilibatkan sebagai pegawai.

Mereka mengolah limbah sampah plastik menjadi item-item berguna dan laku dijual. Nantinya, keuntungan dari penjualan produk sebesar 5 persen akan disumbangkan untuk pendidikan anak-anak para pemulung.

"Sampah yang sudah didaur ulang ini dijual ke luar negeri," ujar Jupri, pegawai bagian produksi XS Project saat ditemui di kantornya, Minggu (6/7).

Hasil produksi itu sangat diminati negara-negara asing. Beberapa pelanggan adalah Singapura dan Australia.

"Kebanyakan orang asing berminat karena mereka melihat dari nilai sosial dan keunikan tas ini," tuturnya.

Selain dapat mengurangi sampah plastik, rumah produksi XS Project ini dapat meningkatkan taraf kehidupan pemulung.

"Tujuan kami simpel kami ingin anak-anak pemulung dapat merasakan bangku sekolah. Ya Alhamdullilah berkat usaha ini puluhan anak pemulung di Cirende dapat kami sekolahkan," kata Jupri.

Jupri mengatakan proses daur ulang sampah plastik tidak sembarang dilakukan. Pasalnya tak semua plastik atau spanduk di jalan dapat di daur ulang. "Biasanya spanduk-spanduk di papan reklame, atau nggak sampah plastik seperti bekas pencuci piring atau baju karena mereka ini memiliki daya tahan yang kuat," tuturnya.

Jika dilihat keseluruhan tentu daur ulang ini memiliki laba yang tinggi. Belum lagi di masa tenang pilpres ini, banyak spanduk capres-cawapres bertebaran. (dtc/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru