Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 10 Agustus 2026

Sofyan Tan Anggota DPRRI Asal Sumut Belum Maksimal Kerja untuk Danau Toba

- Rabu, 30 Desember 2015 11:11 WIB
475 view
 Sofyan Tan Anggota DPRRI Asal Sumut Belum Maksimal Kerja untuk Danau Toba
Medan (SIB)- Anggota DPR Komisi X dr Sofyan Tan mengakui sejawatnya yang anggota DPRRI asal Sumut belum maksimal kerja untuk daerahnya, khususnya untuk Danau Toba. Satu pengalaman ketika ada undangan khusus untuk seluruh anggota legislatif asal Sumut yang berkantor di Senayan, dari 30 yang diundang, hanya dua orang yang datang. "Mungkin mereka yang tak datang sedang sibuk, tapi kapan mulai bekerja untuk Danau Toba," ujarnya saat menjawab pertanyaan peserta dalam acara Media and Partbership Gathering bertema"Peran Media dan Industri Dalam Mendorong Pariwisata Sebagai Sektor Unggulan" di Hotel Achmad Tahir Akpar Medan, Senin (28/12).

Ia menunjuk satu contoh lain. Ketika Menko Kemaritiman Rizal Ramli mencanangkan 10 destinasi wisata baru termasuk Danau Toba di tahun 2016, anggota DPR RI dari Sumut belum bersemangat apa yang hendak dilakukan. "Mungkin juga karena saya membidangi hal itu hingga lebih ngotot untuk Danau Toba," ujar pria yang dikenal sebagai sosok tokoh pembauran di Sumut itu.

Jika alasan itu, ujarnya, masih ada upaya yang dilakukan yakni secara politik mengusahakan agar Danau Toba dapat dana promosi lebih maksimal hingga banyak kegiatan dilakukan untuk danau  berkawah seluas 1.145 kilometer persegi tersebut.

Sofyan Tan bilang, meskinya semua warga Sumut jadi bagian promosi untuk  danau yang ditengahnya terdapat sebuah pulau yang luasnya hampir sama dengan luas negara Singapura. Ia mengatakan, pemahaman publik pada danau terbesar di Asia  dan terbesar kedua di dunia setelah Danau Victoria di Afrika tersebut harus luas. "Dari kedalaman sekitar 450 meter saja sudah layak dipromosikan," harapnya.

Sofyan Tan bilang, masyarakat Sumut sangat layak ngotot pada pemerintahnya untuk memberi perhatian lebih pada danau yang terbentuk karena adanya letusan gunung api super sekitar 75.000 tahun yang lalu. "Diprakirakan letusan gunung api terbesar di dunia dengan memuntahkan abu vulkanik setinggi 2.800 Km dan abunya menyebar ke setengah wilayah bumi saja sudah semestinya bagian dari wisata dunia," ujarnya.

Dosen Akpar Medan Iwan Riady mengatakan, pihaknya berkeinginan memberi yang terbaik dengan mencetak sumber daya manusia handal di industri pariwisata.

Analis media Sugiatmo mengatakan, dalam setiap event media harus dilibatkan tapi dalam sejumlah kegiatan seperti Pesta Danau Toba justru tidak melibatkan media. (R9/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru