Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 04 Agustus 2026

Pendapatan dan Belanja APBN Sumut Tumbuh, Dukung Pemulihan Pascabencana

Nelly Hutabarat - Selasa, 04 Agustus 2026 15:51 WIB
103 view
Pendapatan dan Belanja APBN Sumut Tumbuh, Dukung Pemulihan Pascabencana
Ist/SNN
Kementerian Keuangan Provinsi Sumatera Utara.

Medan(harianSIB.com)

Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sumatera Utara mencatat kinerja APBN hingga 30 Juni 2026, tetap terjaga dengan pertumbuhan pendapatan dan belanja negara yang kuat. Pendapatan negara dan hibah terealisasi sebesar Rp18,96 triliun atau 45,51 persen dari target, tumbuh 55,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, belanja negara mencapai Rp35,94 triliun atau 52,56 persen dari pagu, meningkat 23,41 persen (year on year).

Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Sumatera Utara, Rudy Rahmaddi, dalam siaran tertulisnya, Selasa (4/8/2026), mengatakan, APBN terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas ekonomi regional sekaligus mempercepat pemulihan pascabencana di Sumatera Utara.

Dijelaskan, realisasi belanja pemerintah pusat di Sumut mencapai Rp10,68 triliun atau 39,05 persen dari pagu, sedangkan penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) mencapai Rp25,27 triliun atau 61,56 persen dari pagu. Penyaluran TKD didorong relaksasi kebijakan pemerintah yang mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

"Pemerintah pusat juga memberikan tambahan anggaran TKD sebesar Rp8,05 triliun, dengan realisasi penyaluran hingga Juni mencapai Rp4,82 triliun yang seluruhnya telah disalurkan ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) pemerintah daerah di Sumatera Utara," katanya.

Baca Juga:
Selain mempercepat pemulihan daerah, lanjutnya, pemerintah juga menjaga daya beli masyarakat melalui penyaluran bantuan sosial senilai Rp1,77 triliun kepada 2,65 juta penerima manfaat. Dukungan terhadap pelaku usaha juga terus diperkuat melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp8,44 triliun kepada 128.552 debitur dan pembiayaan Ultra Mikro (UMi) sebesar Rp497,48 miliar kepada 73.494 debitur. Penyaluran KUR terbesar masih mengalir ke sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan, disusul sektor perdagangan besar dan eceran.

Di sisi penerimaan, realisasi pajak hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp15,25 triliun atau 42,31 persen dari target tahunan, tumbuh 69,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat Rp2,32 triliun atau 75,58 persen dari target, sedangkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp1,39 triliun atau 54,68 persen dari target.

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Usulan Pembangunan Tol Medan-Berastagi Dikaji Penganggarannya di APBN 2020
Gereja Pentakosta Sumatera Utara/Pinksterkerk Usul Hapus Pembahasan Sekolah Minggu di UU
Sri Mulyani Waspada Rupiah Rp15 Ribu per Dolar AS di APBN 2019
Kembali Beda Informasi, Kepala BBPJN II Sebut Pembebasan Lahan 5 Jembatan di Pulau Nias Ditanggung APBN
Rp 20 M Dianggarkan untuk Pelebaran Jalan Nasional Kabanjahe-Berastagi di APBN 2019
Dana Saksi dari APBN Dinilai Kartelisasi Parpol
komentar
beritaTerbaru