Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 28 Agustus 2026

Angkutan Laut Kurang Laku, Pola Bisnis Pelni dan ASDP akan Dirombak

- Rabu, 19 Maret 2014 12:03 WIB
298 view
 Angkutan Laut Kurang Laku, Pola Bisnis Pelni dan ASDP akan Dirombak
Jakarta (SIB)- Kelas menengah di Indonesia tumbuh pesat sehingga berdampak pula terhadap kebutuhan akan moda transportasi yang cepat. Dampaknya transportasi laut untuk angkutan penumpang kurang begitu laku, seperti yang dialami oleh BUMN PT Pelni (Persero).

"Orang merindukan naik kapal terus kita bangun kapal. Ya nggak bisa seperti itu. Kapal-kapalnya Pelni banyak yang kosong. Sekarang semua orang naik pesawat karena tiket pesawat itu murah," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan saat berbincang di ruang kerjanya, lantai 17 Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (18/3/2014).

Akibat pergesaran kebutuhan masyarakat terhadap transportasi laut ini, maka BUMN seperti PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan PT Pelni (Persero) akan mengubah pola bisnisnya yaitu dari melayani angkutan penumpang jarak pendek ke angkutan barang untuk keperluan logistik.

"Sehingga kapal lebih diarahkan ke angkutan barang dan diprioritaskan itu yang penyeberangan antar pulau," ujarnya.

Ia menilai pertumbuhan masyarakat kelas menengah di Indonesia sudah sangat pesat. Kelas menengah ini sudah menjadi orang kaya baru di Indonesia. Ciri dari kelas menengah adalah kebutuhan terhadap pembangunan dan pelayanan yang cepat.

"Masyarakat kelas menengah berkembang begitu besar. Saya katakan bahwa salah satu ciri orang nggak miskin, dia mau cepat," katanya.

Tuntutan dari kelas menengah ini harus diikuti oleh pemerintah. "Siapun pemimpinnya, dia nggak bisa lari. Karena tuntutan kelas menengah sudah luar biasa," jelasnya. (detikfinance/h)

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 19 Maret 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru