Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 28 Agustus 2026

Mendag Lutfi: RI Akan Jadi Penguasa Ekspor Mobil Terbesar Dunia

- Sabtu, 29 Maret 2014 19:06 WIB
319 view
 Mendag Lutfi: RI Akan Jadi Penguasa Ekspor Mobil Terbesar Dunia
Jakarta (SIB)- Pemerintah punya keyakinan kuat, Indonesia bakal menjadi eksportir mobil terbesar di dunia. Keyakinan itu didasarkan oleh fakta dari data mobil ekspor Indonesia yang meningkat dari tahun ke tahun.

"Ekspor kita yaitu US$ 4,5 miliar untuk mobil sedangkan kita punya laut yang totalnya 5,8 juta km persegi dan hanya US$ 4,2 miliar ekspor ikan kita. Kita akan menjadi penguasa ekspor mobil terbesar di dunia. Janji," ungkap Lutfi saat membuka pameran Agrinex 2014 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jumat (28/3).

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag), Toyota Indonesia telah mengekspor kendaraan dan suku cadang dari Indonesia untuk 69 negara, dan berkontribusi 80% dari ekspor kendaraan Indonesia ke seluruh dunia.

Di 2013, ekspor kendaraan Toyota Indonesia tercatat 136 ribu unit, dan ditargetkan dapat meningkat menjadi 260 ribu unit dengan perkiraan nilai sebesar US$ 3,14 miliar pada 2016.

Perkiraan nilai impor kendaraan Toyota ke Indonesia pada 2016 adalah US$ 2,45 miliar. Jadi akan ada terhadap surplus perdagangan US$ 691 juta.
"Jadi sektor otomotif sumbangannya luar biasa. Kemarin bahkan kita ekspor sedan pertama kita untuk Timur Tengah. Indonesia sangat prospektif," imbuhnya.

Selain itu, penyerapan konsumsi sektor otomotif di Indonesia cukup besar. Hal ini didasari pertumbuhan golongan kelas menengah yang cukup besar.
"Kita punya 150 juta kelas menengah atau dengan pendapatan US$ 3.000 sampai US$ 5.000/tahun/kapita. Atau bisa membeli televisi kedua saat pendapatannya sampai ke US$ 3.000/tahun dan mobil pertama saat pendapatannya US$ 5.000/tahun. Pendapatan ini 3 kali lebih besar dari Filipina, 4 kali lebih besar dari Thailand, dan 5 kali lebih besar Vietnam," jelas Lutfi.

Menolak Keras

Sejumlah pangan impor terus masuk ke Indonesia, dan sudah menjadi peristiwa biasa. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan dirinya menolak keras permintaan penghentian impor pangan. Kenapa?

"Ini Muhammad Lutfi sopir ganti (pengganti Gita Wirjawan) dalam injury time harus fokus dalam stabilisasi harga dan genjot ekspor. Diminta membuka acara Agrinex yang saya bilang ini seharusnya urusan pertanian dan di luar juridiksi saya. Rifda (Rifda Ammarina, Ketua Penyelenggara agrinex 2014) meminta saya untuk membuka acara ini sebagai bentuk komitmen menteri perdagangan untuk menolak impor. Saya tolak secara keras permintaan panitia. Saya tolak secara tegas untuk menolak tidak impor," tegas Lutfi.

Lutfi punya alasan kuat mengapa ia menolak usulan penghentian impor pangan. Menurutnya, hingga kini masalah ketersediaan produk pangan di Indonesia masih kurang, sehingga harga seringkali naik.

Contohnya, di waktu tertentu suplai kebutuhan produk pangan berkurang. Hal itu membuat harga menjadi naik dan konsumen yang dirugikan. Impor dilakukan untuk menekan harga dan memenuhi kebutuhan.

"Data Bappenas mengatakan nilai tukar petani ketika harga naik mereka makin miskin. Makanya kita tolak. Saya tolak secara tegas tidak impor. Mengapa? Bahwa ketika harga naik, efisiensi berkurang. Setuju tidak? Tidak kita tolak," tuturnya dengan diikuti tepuk tangan sebagian peserta yang hadir.

Lutfi mengerti apa yang diucapkan sedikit menyinggung nasib petani di Indonesia. Tetapi apa yang dilakukan lebih dikarenakan melindungi kepentingan masyarakat Indonesia.

"Atas nama 230 juta rakyat Indonesia menolak membayar ketika efisiensi turun dan produktifitas turun rakyat suruh tanggung," tandasnya.(dtf/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru