Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 14 Mei 2026
DPC PDIP Tobasa Dibekukan, Megawati Soekarnoputri Tunjuk Trimedya Panjaitan Pelaksana Harian

Trimed: Bupati Tobasa Harus dari PDI Perjuangan

- Senin, 31 Juli 2017 11:40 WIB
1.062 view
Trimed: Bupati Tobasa Harus dari PDI Perjuangan
SIB/ Horas Pasaribu
SOLID: Ketua DPP PDI Perjuangan yang ditunjuk sebagai PlH Ketua DPC PDI Perjuangan Tobasa yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan SH MH foto bersama sambil bergandengan tangan tanda sepakat untuk solid usai konsolidasi internal DPC PDI-
Balige (SIB) -Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menunjuk Trimedya Panjaitan SH, MH menjadi Pelaksana Harian (PlH) Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Toba Samosir (Tobasa).  Trimedya sekarang ini  masih menjabat Ketua DPP PDIP Bidang Hukum, HAM dan Perundang-undangan.
Penunjukan tersebut berdasarkan SK Nomor 233/KPTS/DPP/VII/2017 tentang pembekuan kepengurusan DPC PDIP Tobasa sekaligus menunjuk dan mengangkat Pelaksana Harian Ketua DPC PDI Perjuangan  Tobasa.  SK tersebut dibacakan Sekretaris DPD PDIP Sumut Drs Sutarto MSi pada konsolidasi internal DPC PDIP Tobasa, Minggu (30/7) di Sopogodang HKBP Jalan Gereja  Balige dan menyerahkan SK DPP kepada Trimedya Panjaitan.

Dengan pembekuan tersebut, maka DPP mencabut surat ketetapan DPP nomor 29.12-A/KPTS-DPC/DPP/V/2015, tanggal 27 Mei 2015, tentang penyempurnaan struktur, komposisi dan personalia DPC PDIP Tobasa yang dipimpin Ketua DPC Fauzi Sirait sudah tidak berlaku lagi. DPP memutuskan, memberikan tugas kepada PlH Ketua untuk mengangkat tim membantu tugas-tugas PlH Ketua DPC yang komposisinya disesuaikan dengan kebutuhan. Kemudian melaksanakan konsolidasi dengan berpedoman pada AD/ART PDIP tahun 2015 serta peraturan partai. PlH Ketua mempersiapkan dan menyusun kepengurusan DPC PDIP Tobasa masa bakti 2015-2020.

Masa tugas PlH Ketua DPC Tobasa sampai terpilihnya Ketua  DPC defenitif selambat-lambatnya 30 hari sejak PlH Ketua DPC ditetapkan. Turut hadir dalam konsolidasi dan penyerahan SK tersebut Pengurus DPD PDIP Sumut yang terdiri dari Sekretaris Drs Sutarto MSi, Wakil Ketua Analisman Zalukhu, Mangapul Purba, Ustadz Syahrul Effendi Siregar, Irene Sinaga dan mantan Ketua DPC Fauzi Sirait serta pengurus 16 PAC.  Trimedya mengatakan, untuk perkembangan partai ke depan maka DPP hadir di DPC PDIP Tobasa.  Ketua DPC  yang dibekukan Fauzi Sirait adalah salah satu ketua DPC PDIP yang termuda di Indonesia.

Tapi hasil Pemilu Legislatif 2014, PDIP hanya meraih 2 kursi di DPRD Tobasa dan konsolidasi ke PAC sampai ranting dinilai sangat lambat dan tidak memanfaatkan jabatannya sebagai ketua DPC untuk membesarkan partai. Padahal pada periode sebelumnya, PDIP meraih 5 kursi di DPRD Tobasa dan mendapat jatah pimpinan dewan. Selain itu, dari 16 kecamatan di Tobasa, baru konsolidasi 10 Pengurus Anak Cabang (PAC). Kepengurusan DPC dan PAC tidak solid, terbukti banyak pengurus PAC yang mengundurkan diri, pindah dan ada yang meninggal dunia tidak segera dicari penggantinya. Kondisi seperti ini, kata Trimedya, sangat sulit dalam persiapan Pemilu yang akhir Desember tahun ini sudah dimulai pencalegan. Selain itu ada pesta demokrasi lainnya seperti Pilgubsu dan Pilpres.

Kalau DPC PDIP Tobasa tidak solid, kata Trimedya, maka sangat sulit untuk meraih kemenangan dari berbagai even politik. Padahal target DPP PDIP untuk Tobasa, menang Pilgubsu, menang Pemilu Legislatif dan menang di Pilpres.  Megawati Soekarnoputri "membaca" kondisi PDIP di Tobasa kalau dibiarkan akan semakin terpuruk. Makanya, Presiden ke-5 RI ini menunjuk Trimedya Panjaitan menjadi PLH Ketua DPC. Dengan alasan, Tobasa salah satu dapilnya dan putra asli Tobasa. Sehingga diyakini bisa membenahi partai dengan baik. Cara yang sama juga dilakukan Megawati untuk DPC Tarakan Kalimantan Utara, membekukan DPC tersebut dan menunjuk Juli Hari Batubara menjadi PlH Ketua.

"Target kita di Tobasa harus menang Pemilu Legislatif dan merebut kekuasaan di Tobasa, kita harus meraih minimal 8 kursi di DPRD dan Bupati Tobasa harus dari PDI Perjuangan. Kalau kita berkuasa, maka rakyat sejahtera dan kaderpun ikut menikmatinya," kata Trimedya.

Pada kesempatan itu, Trimedya langsung menunjuk tim untuk membantunya dalam melakukan penjaringan terhadap calon Ketua DPC dan memberi waktu maksimal 2 minggu kepada PAC untuk bekerja. Dia meminta kepada kader untuk mencari figur yang benar-benar tokoh dan sudah mapan dalam segi ekonomi.
Karena dalam mengurus partai ini, ketuanya  harus  memiliki kemampuan ekonomi. "Tapi dilihat dulu bibit, bobot dan bebet calon Ketua tersebut," jelasnya.

PDI Perjuangan di DPR RI, kata Trimedya, sudah memperjuangkan agar tunjangan anggota dan pimpinan dewan di DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota dinaikkan. Presiden Jokowi sudah menyetujuinya, untuk DPRD Medan tunjangan anggota DPRD naik Rp 30 juta. "Tujuannya, agar tidak ada lagi anggota DPRD yang korupsi dan kena OTT karena tunjangannya kurang. Kalau kita di Tobasa hanya 2 kursi, bagaimana bisa mengurus partai. Dari dua orang itu hanya Rp 2 juta ke partai, makanya kita harus all out untuk Tobasa, kita harus menang dalam setiap even pesta politik," tegasnya. Turut hadir Ir Tarianus Panjaitan, Bendahara DPC PDIP Medan yang juga Ketua Komisi C DPRD Medan Boydo HK Panjaitan SH,  Ketua DPD SPI Sumut Porman Naibaho, Pdt Jarudin Panjaitan dan lainnya. (A10/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru