Medan (SIB) -Kalangan DPRD Sumut meyakini Pemerintah Republik Indonesia bisa mengatasi perekonomian, meski rupiah dan saham anjlok akibat ekonomi dunia yang saat ini dilanda "perang" dagang antara Amerika Serikat (USA) dan Cina, serta permasalahan negara Turki.
Hal ini diungkapkan anggota DPRD Sumut dari PKPI Ir Juliski Simorangkir MM kepada wartawan, Jumat (17/8) menanggapi Pidato Kenegaraan Presiden Joko Widodo dalam rangka peringatan HUT ke-73 RI di depan sidang bersama DPR/MPR, DPD-RI yang ditonton melalui televisi dalam rapat paripurna istimewa DPRD Sumut.
Juliski menilai, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi sudah bekerja keras untuk membangkitkan perekonomian Indonesia dimulai dari desa agar menambah dana desa dengan harapan dapat membantu ekonomi rakyat Indonesia di desa-desa. Hal ini salah satu upaya pemerintah meningkatkan ekonomi Indonesia.
"Jadi, wajar jika Presiden Jokowi mengklaim ekonomi Indonesia terus tumbuh di kisaran 5 persen per tahun, di tengah ketidakpastian ekonomi dunia yang sedang berlangsung. Dalam hal ini, pengelola dana desa harus benar- benar melaksanakan program yang menyentuh kepentingan rakyat dan berdaya saing di pedesaan," ungkapnya.
Presiden Joko Widodo dalam pidato kenegaraannya, lanjut Ketua DPP PKPI Sumut ini, memaparkan sejumlah capaian yang dilakukan selama menjalankan pemerintahan empat tahun terakhir. Seperti sektor ekonomi, di tengah ketidakpastian ekonomi dunia saat ini, inflasi selalu pada kisaran 3,5 persen. Ini suatu pencapaian yang luar biasa untuk menjaga daya beli rakyat.
"Presiden Jokowi menyebutkan, realisasi inflasi bulan Juni 2018 berhasil ditekan pada angka 0,59 persen atau terendah dibandingkan inflasi saat Hari Besar Keagamaan Nasional dalam tujuh tahun terakhir. Ini prestasi yang menggembirakan," kata Juliski.
Dari pidato Presiden Jokowi, lanjut Juliski, masa depan ekonomi Indonesia dipercayakan kepada anak-anak muda sebagai generasi penerus yang ingin menjadi wirausahawan. Hal ini tentunya sebagai peluang bagi generasi muda untuk mewujudkan apa yang diharapkan Presiden Jokowi, karena pemerintah akan membukakan jalan menjadi wirausahawan dan bakal menjadi sumber inspirasi bagi orang lain.
Juliski menyebutkan, Presiden dalam pidatonya juga memberi motivasi kepada rakyat Indonesia agar tidak perlu gentar dengan revolusi industri, tapi harus memanfaatkan perkembangan untuk membawa Indonesia semakin maju., karena kemampuan dan reputasi Indonesia sudah diakui di tingkat dunia.
"Sebagai bangsa yang besar, jangan meragukan kemampuan bangsa sendiri. Kepercayaan dunia melalui anggota tidak tetap dewan PBB, harus kita tunaikan sebaik-baiknya," tambahnya. (A03/l)