Medan (harianSIB.com)
Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar, Junaedi Antonius Sitanggang, menyebut capaian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Pematangsiantar meningkat drastis dalam tiga tahun terakhir dan tertinggi di Sumatera Utara.
Hal itu disampaikan Junaedi saat menjadi narasumber pada Dialog Publik "Peningkatan Literasi dan Numerasi Sumatera Utara" di Batanghari Kopi, Medan, Kamis (7/5/2026). Ia menjelaskan, skor IPLM Kota Pematangsiantar pada 2022 berada di angka 59,12 dengan kategori sedang. Angka tersebut naik menjadi 60,52 pada 2023 dan melonjak menjadi 89,92 pada 2024. Menurutnya, peningkatan tersebut terjadi setelah pemerintah daerah menerbitkan regulasi yang mendukung penguatan gerakan literasi. Keberhasilan itu menjadikan Pematangsiantar sebagai daerah benchmark literasi di Sumatera Utara berkat sinergi pemerintah, masyarakat, sekolah, dan mitra pembangunan.
Ia menyebut Pemerintah Kota Pematangsiantar juga menjalin kerja sama dengan Tanoto Foundation dalam penguatan ekosistem pendidikan berkelanjutan serta peningkatan literasi dan numerasi siswa. Dalam penyusunan kebijakan, Pemko Pematangsiantar menerapkan metode Regulatory Impact Analysis (RIA) untuk mengukur peluang, biaya, dan dampak kebijakan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022.
Ia mengatakan penyusunan kebijakan dilakukan melalui forum diskusi kelompok terarah yang melibatkan berbagai pihak seperti Bappeda, Dinas Pendidikan, Dinas Arsip dan Perpustakaan, Bagian Hukum, hingga komunitas literasi.
Baca Juga:
Dari proses tersebut lahir Peraturan Wali Kota Nomor 30 Tahun 2024 sebagai payung hukum program literasi di Kota
Pematangsiantar.
Junaedi menambahkan, penguatan literasi juga diterapkan di sekolah melalui integrasi literasi pada seluruh mata pelajaran, penyediaan pojok baca di kelas, serta pelatihan guru pustakawan.